ONESPORTS.ID – Ketika pamor Liga Pro Arab Saudi (Saudi Pro League) mulai meroket beberapa tahun lalu, klub-klub top di negara tersebut gencar mendatangkan nama-nama besar demi mendongkrak profil kompetisi mereka. Rekrutan raksasa seperti Cristiano Ronaldo, Sadio Mane, Karim Benzema, hingga Jhon Duran menjadi sorotan utama dunia.
Di tengah gelombang invasi bintang tersebut, Allan Saint-Maximin turut mengambil bagian. Ia memutuskan angkat koper dari Newcastle United, mengakhiri empat musim masa baktinya di St. James’ Park yang diwarnai dengan torehan 13 gol dan 19 assist.
Karier Nomaden Sang Sayap Lincah
Namun, kiprah Saint-Maximin di Timur Tengah rupanya berlangsung sangat singkat. Ia hanya menghabiskan satu musim bersama Al-Ahli sebelum akhirnya dipinjamkan ke klub raksasa Super Lig Turki, Fenerbahce, pada tahun berikutnya.
Masa peminjaman di Turki tersebut kemudian berujung pada transfernya ke klub Liga MX Meksiko, Club America. Akan tetapi, petualangannya di Benua Amerika juga tidak bertahan lama. Ia pergi tak lama setelah bergabung, yang kemudian menandai kepulangannya ke Prancis untuk merumput bersama RC Lens.
Singkat kata, winger asal Prancis ini telah berpindah-pindah ke banyak klub dalam waktu yang relatif singkat sejak kepergiannya dari kompetisi kasta tertinggi Inggris. Meski sukses mencatatkan tujuh kontribusi gol di Ligue 1, hal itu rupanya belum cukup meyakinkan manajemen RC Lens untuk mempertahankannya. Saint-Maximin pun kembali berstatus sebagai agen bebas (free agent) dan mulai mencari pelabuhan baru.
Menuju Amerika Serikat
Status bebas transfer ini lantas membuka jalan bagi Saint-Maximin untuk menjajaki karier di Major League Soccer (MLS). Berdasarkan laporan dari jurnalis Daily Mail, Simon Jones, sang pemain kini tengah menjalin negosiasi serius dengan Charlotte FC. Kedua belah pihak dikabarkan sedang mempertimbangkan kesepakatan kontrak berdurasi tiga tahun yang akan membawanya ke Amerika Serikat.
Mengingat pengalamannya bermain di Liga MX—yang memiliki tingkat kompetisi cukup sebanding dengan MLS—langkah ini dinilai akan menjadi transisi yang menarik bagi pemain berusia 29 tahun tersebut.
Jika transfer ini terwujud, Saint-Maximin akan menjadi mantan bintang Premier League kedua yang menjadi andalan di lini serang Charlotte FC. Sebelumnya, klub ini telah sukses mendatangkan mantan winger Crystal Palace dan Manchester United, Wilfried Zaha. Zaha sendiri tampil impresif dengan membukukan 19 gol dalam dua musim terakhirnya di MLS.
Kehadiran Saint-Maximin diharapkan mampu menjadi amunisi tambahan bagi Charlotte FC. Memasuki jeda internasional untuk turnamen Piala Dunia 2026, Charlotte saat ini tengah bertengger di peringkat keenam klasemen Wilayah Timur (Eastern Conference) dengan raihan 21 poin.
“Status bebas transfer ini telah membawanya pada pembicaraan dengan tim MLS, Charlotte FC, di mana kedua belah pihak tengah mempertimbangkan kontrak tiga tahun untuk membawanya ke Amerika Serikat.” — Simon Jones, Jurnalis Olahraga.



