JAKARTA, OneSports – Isu mengenai pengadaan barang di lingkup pemerintahan kembali memicu kehebohan publik.
Kali ini, sorotan warganet tertuju pada anggaran pengadaan kaus kaki bagi peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disebut-sebut mencapai angka fantastis, yakni Rp6,9 miliar.
Beragam komentar bernada protes pun membanjiri lini masa media sosial. Banyak netizen yang menyoroti estimasi harga yang disinyalir menyentuh angka Rp100 ribu per pasang, dan menyayangkan mengapa dana sebesar itu tidak dialihkan untuk kebutuhan sektor pendidikan.
Sebagai informasi, SPPI sendiri merupakan program perekrutan sarjana sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN), yang nantinya bertugas memimpin pemenuhan gizi di daerah, khususnya untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN Angkat Bicara
Menyadari isu ini makin liar bergulir, Kepala BGN, Dadan Hindayana, akhirnya memberikan klarifikasi.
Ia juga turut menanggapi laporan lain terkait pengadaan laptop hingga alat makan yang nilainya juga dinilai tak masuk akal.
Dadan tidak menampik bahwa pengadaan barang-barang tersebut memang ada, namun ia membantah keras nominal fantastis yang ramai diberitakan.
“Pengadaan itu memang ada, tetapi jumlahnya tidak sebanyak yang disebutkan di luaran sana.
Misalnya, isu soal pengadaan laptop sebanyak 32.000 unit dan alat makan senilai Rp4 triliun, itu sama sekali tidak benar,” tegas Dadan di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Bukan Pengadaan Langsung dari BGN
Terkait polemik pengadaan kaus kaki, Dadan menekankan bahwa pihak BGN tidak melakukan pembelian secara langsung. Kaus kaki tersebut merupakan bagian dari paket perlengkapan peserta saat menjalani masa pendidikan SPPI.
“Untuk kaus kaki, itu bukan pengadaan di internal BGN. Perlengkapan itu diberikan saat pendidikan SPPI yang diselenggarakan langsung oleh Universitas Pertahanan (Unhan),” paparnya meluruskan.
Dadan menjelaskan lebih lanjut bahwa pendidikan SPPI dilaksanakan di Universitas Pertahanan menggunakan skema swakelola tipe 2. Artinya, seluruh pelaksanaan kegiatan, termasuk penyediaan fasilitas dan perlengkapan peserta, dikelola penuh oleh pihak kampus.
“Jadi perlu dipahami bersama bahwa pengadaan tersebut bukan dilakukan langsung oleh BGN, melainkan oleh pihak Unhan dalam rangka menunjang kelancaran pendidikan SPPI,” tambahnya.
Imbauan agar Tidak Mudah Terprovokasi
Di akhir keterangannya, Dadan memastikan bahwa setiap sen uang negara di lingkungan BGN selalu melalui proses perencanaan, penganggaran, hingga pengawasan yang sangat ketat sesuai regulasi yang berlaku.
BGN juga selalu terbuka terhadap proses audit, baik internal maupun eksternal.
Ia mengimbau masyarakat luas untuk lebih bijak dalam mencerna informasi yang beredar di media sosial.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Pastikan selalu merujuk pada sumber yang resmi,” pungkas Dadan.

