Wacana PHK P3K: Pengamat Ingatkan Dampak Sosial dan Ekonomi

Berita Terkait

- Advertisement -

MEDAN, OneSports – Wacana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang muncul sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran menuai sorotan tajam.

Pengamat Sosial Sumatera Utara, Agus Suriadi, mengingatkan pemerintah agar tidak hanya melihat kebijakan ini dari kacamata penghematan fiskal semata.

Menurut Agus, kebijakan PHK massal terhadap tenaga P3K memiliki konsekuensi berantai yang sangat serius, mulai dari sektor ekonomi hingga stabilitas sosial masyarakat.

“PHK berpotensi meningkatkan angka pengangguran, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Ini akan berdampak langsung pada penurunan daya beli masyarakat,” ujar Agus saat memberikan pandangannya, Sabtu (4/4/2026).

Ancaman Lumpuhnya Pelayanan Publik

Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) ini menjelaskan bahwa P3K selama ini memegang peranan krusial dalam mengisi posisi strategis di sektor publik.

- Advertisement -

Jika pengurangan tenaga kerja dilakukan secara signifikan demi efisiensi, kualitas layanan kepada masyarakat dikhawatirkan akan merosot tajam.

Kekosongan pegawai di sektor-sektor penting dipastikan akan mengganggu operasional harian pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan rakyat.

Tak hanya itu, Agus juga menyoroti aspek psikologis para pekerja. Ketidakpastian status pekerjaan dapat memicu kecemasan hebat yang jika terjadi dalam skala besar, bisa berujung pada ketidakpuasan sosial.

“Jika terjadi secara besar-besaran, ini bisa memicu ketidakpuasan sosial, bahkan berpotensi menimbulkan gejolak di masyarakat,” tegasnya.

Risiko Turunnya Kepercayaan Publik

Selain dampak ekonomi dan pelayanan, Agus mengingatkan adanya risiko besar terhadap citra pemerintah.

Kebijakan PHK yang dianggap tidak transparan atau tidak adil dapat merusak kepercayaan publik secara sistemik.

Masyarakat akan cenderung melihat pemerintah gagal dalam mengelola sumber daya manusia dan lebih memilih jalan pintas yang merugikan tenaga kerja kelas bawah daripada melakukan efisiensi di sektor lain.

Sebagai langkah solutif, Agus mendorong pemerintah untuk duduk bersama para pemangku kepentingan dan melakukan dialog terbuka sebelum mengambil keputusan final.

Ia menyarankan adanya alternatif kebijakan lain yang lebih humanis daripada PHK.

- Advertisement -

“Pemerintah harus mempertimbangkan alternatif kebijakan lain, seperti penyesuaian anggaran di sektor non-prioritas atau pengurangan jam kerja jika memang mendesak.

Transparansi dan komunikasi sangat penting agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan dampak sosial yang lebih besar,” pungkasnya.

- Advertisement -

Mingguan

Thomas Tuchel Dukung Penuh Kepindahan Anthony Gordon ke Barcelona: Dia Akan Makin Berkembang!

Manajer Timnas Inggris yakin pengalaman merumput di La Liga bersama Blaugrana akan mendongkrak mentalitas dan performa sang pemain.

Superkomputer Opta Ramal Juara Piala Dunia 2026: Spanyol Teratas, Argentina Turun Takhta!

Lewat 25.000 kali simulasi, Superkomputer Opta menjagokan Timnas Spanyol sebagai kampiun Piala Dunia 2026. Juara bertahan Argentina cuma ada di posisi keempat.

Peta Kekuatan Grup L Piala Dunia 2026: Misi Balas Dendam Inggris Kontra Kroasia di Grup Pamungkas

Thomas Tuchel siap meramu generasi emas The Three Lions menuju kejayaan, sementara Luka Modric menjalani tarian terakhirnya bersama Kroasia di panggung dunia.

12 Grup Piala Dunia 2026, Sajikan ‘Grup Neraka’ ...

Menghitung jam menuju kick-off perdana, format baru 48 tim dipastikan menyajikan 104 laga super panas. Perwakilan benua Asia dan Afrika siap kejutkan dominasi Eropa!

Peta Kekuatan Grup L Piala Dunia 2026: Misi Balas Dendam Ing...

Thomas Tuchel siap meramu generasi emas The Three Lions menuju kejayaan, sementara Luka Modric menjalani tarian terakhirnya bersama Kroasia di panggung dunia.

Peta Kekuatan Grup K Piala Dunia 2026: Panggung Dansa Terakh...

Menjadi Piala Dunia keenam sekaligus penutup karier internasional CR7 di usia 41 tahun, sementara Uzbekistan siap menggebrak sebagai debutan di bawah asuhan Fabio Cannavaro.

Bedah Kekuatan Grup J Piala Dunia 2026: Misi Pertahankan Mah...

Lionel Messi memimpin generasi juara bertahan di panggung baru yang lebih masif, sementara Yordania siap mengukir sejarah sebagai tim debutan.

Trending

Hitung-hitungan Skenario Timnas Indonesia U-19 Lol...

Berada di posisi kedua klasemen Grup A kalah selisih gol, skuad Garuda Muda bakal masuk ke perhitungan rumit runner-up terbaik jika gagal meraih tiga poin penuh.

Peta Kekuatan Skuad Piala Dunia 2026: Prancis Tak ...

ONESPORTS.ID – Sebanyak 48 negara telah memastikan diri terbang ke daratan Amerika Utara untuk memperebutkan trofi paling bergengsi sejagat pada musim panas in...

Prediksi Skor Belgia vs Tunisia Malam Ini: Ujian B...

ONESPORTS.ID – Laga uji coba internasional bergengsi akan tersaji akhir pekan ini. Timnas Belgia bersiap menjamu wakil Afrika, Tunisia, di Stade Roi Baudouin, ...

#Taggar