JAKARTA, OneSports – Kabar baik bagi para kreator tulen dan alarm bahaya bagi para pembajak konten.
Facebook resmi mengumumkan pembaruan kebijakan yang akan sangat memprioritaskan orisinalitas di platform mereka.
Langkah tegas ini diambil agar Facebook kembali menjadi tempat di mana kreator yang memeras keringat untuk memproduksi konten asli mendapatkan apresiasi penuh, baik dari segi jangkauan (reach) maupun pundi-pundi pendapatan.
Cuan Ekstra untuk Karya Orisinal
Dalam komitmen terbarunya, Facebook secara aktif akan mendongkrak distribusi konten orisinal di beranda (Kabar) dan Reels.
Ini berarti, peluang video Anda ditonton lebih banyak orang dan potensi pembayaran (monetisasi) bagi kreator yang konsisten mengunggah konten asli akan terus ditingkatkan.
Di sisi lain, sistem algoritma Facebook kini dirancang untuk menekan dan membatasi jangkauan akun-akun parasit.
Akun yang memiliki rekam jejak sering menduplikasi, mengunduh, atau mengunggah ulang karya orang lain tanpa menambahkan nilai baru akan langsung diturunkan prioritasnya.
Batasan “Asli” dan “Tidak Asli” Menurut Facebook
Agar tidak terjadi salah paham, Facebook telah memperbarui pedoman monetisasinya dengan membagi kriteria konten ke dalam beberapa poin yang sangat spesifik:
- Konten Asli (Original): Video yang direkam, diedit, dan diproduksi secara langsung oleh kreator atau pemilik Halaman/Profil.
- Remix yang Sah (Asli): Jika Anda menggunakan konten pihak ketiga (seperti fitur remix atau overlay), konten tersebut tetap dianggap asli asalkan Anda menambahkan “nilai baru” yang substansial. Contohnya: memberikan analisis mendalam, informasi baru, atau menyempurnakan alur cerita.
- Konten Tidak Asli (Diturunkan Prioritasnya): Mengunggah ulang (reupload) video orang lain, atau sekadar melakukan pengeditan bernilai rendah. Praktik yang kini dilarang keras antara lain: hanya merekam reaksi wajah tanpa bicara, sekadar menggabungkan beberapa klip (kompilasi), menambahkan bingkai (border), hanya mengubah kecepatan video, atau menyisipkan subtitle pada video milik orang lain.
Meski begitu, Facebook tetap menyediakan opsi banding jika kreator merasa sistem salah mendeteksi video mereka sebagai konten tidak asli.
Fitur Dasbor “Perlindungan Konten”
Menyadari bahwa menciptakan konten asli membutuhkan bakat dan waktu, Facebook juga meluncurkan fitur baru bernama Perlindungan Konten yang bisa diakses melalui Dasbor Profesional (Professional Dashboard).
Fitur canggih ini dirancang layaknya perisai untuk membantu kreator mendeteksi jika ada pihak tak bertanggung jawab yang menjiplak Reels mereka atau menyamar menggunakan nama mereka.
Melalui satu pintu di dasbor ini, kreator dapat dengan mudah melacak potensi pelanggaran hak cipta dan langsung mengirimkan laporan take-down.
Ke depannya, pengalaman bermain dan berekspresi di Facebook diharapkan menjadi jauh lebih sehat.
Dengan pedoman yang lebih jelas dan perlindungan yang lebih kuat, para kreator lokal maupun global kini bisa fokus berkarya tanpa rasa waswas karyanya akan dicuri demi meraup cuan haram.

