Arsenal akhirnya kembali bertakhta sebagai juara Liga Premier Inggris setelah 22 tahun lamanya. Merayakan malam bersejarah tersebut, skuad asuhan Mikel Arteta menghabiskan Minggu malam di London dengan penuh suka cita, menandai kembalinya klub ke puncak sepak bola Inggris.
Keberhasilan The Gunners ini merupakan trofi Liga Premier pertama mereka sejak kampanye legendaris Invincibles pada musim 2003/04. Prestasi ini sekaligus mengakhiri penantian panjang lebih dari dua dekade bagi para pendukung setia yang telah melihat tim kesayangan mereka beberapa kali nyaris juara dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara kerja keras di atas lapangan telah ditunjukkan oleh para pemain, Arteta, dan staf kepelatihannya, malam itu menjadi momen rehat sejenak bagi semua pihak yang terlibat, termasuk mereka yang bekerja di balik layar. Para staf, pemain, dan orang-orang terdekat klub berkumpul untuk merayakan pencapaian kampanye yang menuntut fisik dan mental namun tak terlupakan ini.
Momen Ikonik Pesta Juara di Mayfair
Pesta perayaan gelar juara tersebut diketahui berlangsung di restoran mewah Bacchanalia di kawasan Mayfair, London. Acara ini dipenuhi dengan berbagai momen tak terlupakan yang menunjukkan kedekatan antarpemain:
- Tarian Mikel Arteta: Sang manajer, yang biasanya tampil serius, tertangkap kamera sedang menari bersama para pemainnya diiringi lagu asal Argentina, ‘La Morocha’. Ini menjadi sekilas pemandangan langka sang pelatih asal Spanyol tersebut menikmati hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun.
- Aksi Rap Declan Rice: Gelandang andalan Arsenal ini mencuri perhatian saat ia bernyanyi rap membawakan lagu ‘Ice Ice Baby’ milik Vanilla Ice, diiringi sorak-sorai rekan setim dan tamu undangan yang ikut bergabung di sekelilingnya.
- Penampilan Langsung ‘North London Forever’: Musisi Louis Dunford hadir memberikan penampilan live membawakan lagu yang kini menjadi identitas modern Arsenal di bawah arahan Arteta. Lagu kebangsaan yang sering dinyanyikan penggemar sebelum kick-off di Emirates Stadium ini menjadi simbol kebersamaan antara tim dan basis penggemar.
Menu Unik dan Kelanjutan Pesta
Uniknya, perayaan ini juga menyajikan menu minuman spesial yang dirancang khusus dan dinamai dengan nama-nama anggota skuad, di antaranya:
- Palomodegaard
- Mosqui’s Mojito
- Trossard’s Tipple
- The Zubi Zero (Pilihan minuman non-alkohol yang didedikasikan untuk gelandang Martin Zubimendi).
Usai dari Bacchanalia, beberapa pemain Arsenal dikabarkan melanjutkan malam mereka ke klub malam Tape untuk berpesta hingga dini hari, sementara sebagian lainnya memilih bersantai di restoran Bagatelle yang tak jauh dari lokasi.
Meskipun larut dalam euforia, skuad Arteta masih memiliki satu tantangan besar terakhir di depan mata: Final Liga Champions yang akan digelar dalam waktu kurang dari sepekan. Sebagai bentuk recovery usai kampanye Liga Premier yang emosional, manajemen memberikan libur pada hari Senin agar para pemain dapat memulihkan tenaga.
Kutipan:
“Para penggemar telah menunggu ini begitu lama. Kami mengalami beberapa momen sulit di sepanjang perjalanan, tetapi semuanya sepadan ketika Anda melihat reaksi seperti itu. Sekarang adalah waktunya untuk menikmati ini, melepaskan topi manajer sejenak dan bersenang-senang bersama mereka. Kami menunjukkan koneksi, komitmen, serta keberanian yang luar biasa.” — Mikel Arteta, Manajer Arsenal.


