MADRID, OneSportsID – Gelombang krisis yang tengah menghantam Real Madrid memaksa manajemen klub untuk mengambil langkah drastis. Setelah dua musim beruntun puasa gelar mayor, Los Blancos dikabarkan segera memulangkan sang mantan juru taktik legendaris, Jose Mourinho, untuk memimpin tim mulai musim 2026-2027.
Berbagai laporan terpercaya menyebutkan bahwa Presiden Real Madrid, Florentino Perez, bergerak cepat mengamankan jasa pelatih berusia 63 tahun tersebut untuk menstabilkan kapal yang tengah oleng.
Alasan Perez Memanggil Pulang The Special One
Real Madrid saat ini tengah berada dalam mode krisis. Kegagalan Xabi Alonso yang kurang mendapat dukungan manajemen, disusul oleh Alvaro Arbeloa yang tak mampu memperbaiki hasil lapangan maupun harmoni ruang ganti pasca-Piala Dunia 2026, membuat situasi internal skuad menjadi sangat toksik.
Meski banyak pelatih top muda yang tersedia, Perez meyakini bahwa sentuhan man-management khas Mourinho adalah satu-satunya obat penawar. The Special One dikenal memiliki aura yang sangat besar dan dominan di ruang ganti. Perez berharap karakter kuat Mourinho mampu meredam ego para bintang dan menyatukan mereka kembali sebagai sebuah tim yang solid.
Nostalgia Manis Berujung Pahit di Era Pertama
Mourinho bukanlah sosok asing di ibu kota Spanyol. Pada periode 2010-2013, ia didapuk sebagai pelatih “Galactico” usai sukses meraih treble bersama Inter Milan. Selama di Bernabeu, Mourinho mempersembahkan berbagai trofi domestik, termasuk rekor gelar LaLiga musim 2011-2012 dengan raihan poin tertinggi.
Namun, memori tersebut juga menyisakan luka. Mourinho gagal menembus dominasi Eropa setelah langkahnya selalu terhenti di babak semifinal Liga Champions selama tiga musim berturut-turut. Tekanan memuncak seiring keretakan hubungannya dengan para pemain senior seperti Iker Casillas, Sergio Ramos, hingga Cristiano Ronaldo. Luka lama ini bahkan masih berbekas, terlihat dari pernyataan Casillas baru-baru ini yang menganggap kembalinya Mourinho bukanlah pilihan yang tepat.
DNA Juara yang Tak Pernah Padam
Terlepas dari segala kontroversinya, rekam jejak Mourinho sebagai salah satu pelatih tersukses di dunia modern tidak bisa dibantah. Ia telah memenangkan gelar liga domestik di Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol.
Lebih mentereng lagi, ia adalah satu-satunya manajer dalam sejarah yang berhasil menjuarai ketiga kompetisi mayor antarklub Eropa (Liga Champions, Europa League, dan Conference League). Pengalaman matang dari FC Porto hingga AS Roma ini menjadi modal tak ternilai yang sangat dibutuhkan Real Madrid saat ini. Kini, panggung Santiago Bernabeu menanti babak kedua dari pertunjukan The Special One.


