MEDAN, OneSportsID – Gelaran turnamen sepak bola usia muda bergengsi se-Asia Tenggara, Piala AFF U-19 2026, sudah di depan mata.
Timnas Indonesia U-19 akan datang menantang turnamen ini dengan kepala tegak, menyandang status mentereng sebagai juara bertahan usai menjuarai edisi 2024 lalu.
Pada edisi dua tahun silam, skuad Garuda Nusantara racikan pelatih Indra Sjafri sukses mengangkat trofi setelah menumbangkan sang rival, Thailand, dengan skor tipis 1-0 di partai final. Kini, tongkat estafet kepelatihan berada di tangan Nova Arianto.
Menghadapi ekspektasi publik yang selalu haus akan gelar juara, eks bek andalan Timnas Indonesia itu justru mengambil langkah psikologis yang cerdas: mencopot paksa beban juara bertahan dari pundak para pemainnya.
Tolak Beban, Main Lepas!
Dalam sesi keterangannya pada Minggu (10/5/2026), Nova Arianto menegaskan bahwa dirinya tidak ingin para pemain muda Indonesia merasa tertekan dengan bayang-bayang kejayaan masa lalu.
Meski target untuk kembali mempertahankan gelar tetap ada dalam kamusnya, Nova memilih pendekatan yang lebih rileks.
“Ya, kita tahu tahun sebelumnya kita jadi juara bertahan dan saya akan mencoba agar kita meraih hal yang sama. Tapi sekali lagi, saya tidak mau memberikan beban kepada pemain,” ujar juru taktik berusia 46 tahun tersebut.
Bagi pemain di level kelompok umur, tekanan mental sering kali menjadi musuh terbesar yang bisa merusak skema permainan di atas lapangan hijau. Keputusan Nova untuk meminta anak asuhnya bermain lepas adalah langkah antisipasi yang sangat rasional.
Batu Loncatan Menuju Level Asia
Sebagai pengamat, mindset yang ditanamkan Nova patut diacungi jempol. Publik sepak bola nasional harus mulai sadar bahwa trofi kelompok umur di level AFF bukanlah garis finis.
Nova secara blak-blakan menyebut bahwa Piala AFF U-19 2026 ini akan dimanfaatkan sepenuhnya sebagai laboratorium taktik dan rangkaian persiapan road map menuju panggung yang jauh lebih elite: Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
“Karena AFF ini adalah bagian dari persiapan kami untuk uji coba dan mencari kerangka pemain yang akan dibawa ke kualifikasi. Itu penting untuk persiapan kami,” tuturnya menjabarkan visi jangka panjang tim.
Tuah Magis Tanah Sumatera Utara
Satu hal yang menambah rasa optimisme adalah venue penyelenggaraan turnamen. Nova mengaku sangat antusias bisa kembali menjejakkan kaki di Sumatera Utara (Sumut).
Terdapat memori manis yang terukir di tanah Deli ini. Sebelumnya, skuad asuhan Nova saat masih membesut Timnas U-17 sukses menorehkan prestasi gemilang kala berlaga di Sumut pada Agustus 2025 dalam ajang Piala Kemerdekaan.
“Ya, saya senang bisa kembali ke Medan. Sebelumnya di Piala Kemerdekaan hasilnya sangat positif dan semoga di AFF ini kita bisa kembali mendapatkan hasil yang positif,” pungkasnya dengan nada optimis.
Bermain tanpa beban di tanah yang bersahabat, dipadukan dengan visi membidik panggung Asia, Timnas Indonesia U-19 racikan Nova Arianto kini siap menebar ancaman baru di kawasan Asia Tenggara.

