LONDON, OneSportsID – Sebuah karya jurnalistik investigatif yang sempat menuai polemik akhirnya mendapatkan pengakuan tertinggi di industri pertelevisian Inggris. Dokumenter bertajuk Gaza: Doctors Under Attack resmi didapuk sebagai pemenang kategori Best Current Affairs dalam ajang bergengsi BAFTA TV Awards yang digelar pada Minggu (10/5/2026).
Dokumenter ini secara mendalam menyoroti investigasi terhadap serangkaian serangan militer Israel yang menyasar sejumlah rumah sakit di Gaza, sekaligus mengupas dugaan penargetan secara sengaja terhadap tenaga medis di tengah pusaran konflik bersenjata yang masih berkecamuk.
Pidato Menohok Menolak Pembungkaman
Kemenangan ini tidak hanya dirayakan sebagai pencapaian sinematik, melainkan juga sebagai bentuk perlawanan terhadap sensor media. Dalam pidato kemenangannya di atas panggung BAFTA, jurnalis kawakan Ramita Navai menyampaikan pesan yang sangat tajam.
Navai menegaskan bahwa seluruh tim produksi menolak untuk dibungkam maupun disensor oleh pihak mana pun. Pernyataan berani ini sontak menjadi sorotan tajam publik, mengingat jalan terjal yang harus dilalui dokumenter ini sebelum akhirnya bisa disaksikan oleh masyarakat luas.
Ditolak BBC Atas Dalih Imparsialitas
Sebelum merengkuh kejayaan di BAFTA, dokumenter ini sempat menjadi pusat kontroversi besar. Mengutip laporan dari Variety, raksasa media asal Inggris, BBC, sebelumnya secara sepihak membatalkan penayangan Gaza: Doctors Under Attack.
Manajemen BBC berdalih bahwa pembatalan tersebut didasari oleh kekhawatiran terkait isu imparsialitas atau ketidakberpihakan. BBC menyoroti aktivitas media sosial dari beberapa jurnalis yang terlibat dalam proyek tersebut, termasuk pernyataan Ramita Navai dalam sebuah wawancara, yang dinilai melenceng dari standar editorial ketat milik jaringan televisi plat merah tersebut.
Simbol Baru Kebebasan Pers Global
Ironisnya, penolakan dari BBC justru menjadi bensin yang membakar popularitas dokumenter ini. Kemenangan di BAFTA membuktikan bahwa publik menuntut jurnalisme yang berani mengupas realita, bukan sekadar menjaga citra “netralitas” semu.
Film dokumenter ini kini telah memicu diskusi global yang jauh lebih masif mengenai batasan objektivitas media, kebebasan pers, dan tantangan berat yang dihadapi jurnalis investigatif saat meliput konflik geopolitik tingkat tinggi. Keberhasilan Gaza: Doctors Under Attack menjadi monumen apresiasi bagi para pekerja media yang rela mempertaruhkan segalanya demi membawa isu kemanusiaan yang sensitif ke ruang publik tanpa gentar menghadapi tekanan.


