LOS ANGELES, OneSportsID – Sekuel yang sangat dinantikan, Mortal Kombat II, akhirnya resmi menggebrak layar bioskop pada 8 Mei 2026 lalu.
Meski performa box office globalnya masih terus dipantau, film ini sudah terbukti menjadi suguhan yang sangat memuaskan bagi para penggemar setianya.
Menariknya, terjadi anomali pada penilaian film ini. Skor kritikus di Rotten Tomatoes hanya menyentuh angka 65%, namun skor Popcornmeter (audiens) justru meroket hingga 89%.
Angka ini membuktikan bahwa adaptasi video game tersebut sukses menghormati materi aslinya, lengkap dengan tebaran easter eggs, pertarungan seni bela diri intens, dan jurus penyelesaian (finishing moves) yang super sadis.
Bagi penonton yang masih belum puas dan menyukai elemen pertarungan over-the-top tersebut, ada dua film kungfu klasik era 1970-an yang sangat sempurna untuk dijadikan tontonan lanjutan.

Mahakarya Jimmy Wang Yu: Sang Petinju Bertangan Satu
Sebelum Bruce Lee mendominasi, bintang seni bela diri top di industri film Hong Kong adalah Jimmy Wang Yu. Pada tahun 1972, ia menulis, menyutradarai, sekaligus membintangi The One-Armed Boxer.
Film ini bercerita tentang seorang murid seni bela diri yang kehilangan lengan, teman-teman seperguruan, dan gurunya akibat serangan sekelompok pembunuh bayaran.
Dalam misi balas dendamnya, ia melatih gaya bertarung hanya dengan satu tangan. Empat tahun kemudian (1976), Wang Yu kembali lewat sekuel bertajuk The Master of the Flying Guillotine, di mana guru dari para pembunuh yang ia habisi di film pertama kini memburunya dalam sebuah turnamen seni bela diri.

Paralel Unik dengan Semesta Mortal Kombat
Meski plotnya berbeda, terdapat garis lurus yang sangat identik antara film-film One-Armed Boxer dengan franchise Mortal Kombat.
Daya tarik utama dari kedua karya ini terletak pada jajaran karakter dan musuhnya yang sangat eksentrik, mewakili berbagai budaya dan gaya bertarung yang unik.
Dalam The One-Armed Boxer, kelompok pembunuh bayarannya terdiri dari pendeta Hindu dengan tangan yang bisa memanjang, biksu Tibet yang bisa mengembangkan tubuhnya sendiri, master karate vampir, hingga praktisi Judo, Taekwondo, dan Muay Thai. Konsep deretan petarung aneh ini adalah pondasi utama yang membuat Mortal Kombat begitu dicintai.
Konsep Master of the Flying Guillotine bahkan lebih kental lagi dengan nuansa Mortal Kombat karena berpusat pada sebuah turnamen seni bela diri yang mematikan.
Penonton disuguhi pertarungan antar-kriminal dan petarung unik di mana banyak yang tidak selamat. Menariknya lagi, film ini diyakini sangat menginspirasi pencipta Mortal Kombat, terbukti dari desain karakter Shujinko di Mortal Kombat: Deception yang secara gamblang diadaptasi dari karakter penjahat utama film tersebut, Fung Sheng Wu Chi.


