MADRID, OneSportsID – Gelombang kritik tajam tengah mengarah ke Santiago Bernabeu setelah Real Madrid dipastikan menyudahi musim kompetisi 2025/2026 tanpa raihan satu pun trofi mayor.
Kendati banyak pihak menilai raksasa Spanyol ini sedang berada di titik nadir, optimisme tinggi justru disuarakan oleh Alvaro Arbeloa.
Kepastian nirgelar back-to-back alias dua musim beruntun ini terkunci setelah Los Blancos tumbang 0-2 dalam laga tensi tinggi El Clasico melawan Barcelona akhir pekan lalu.
Hasil negatif tersebut memaksa Madrid merelakan titel LaLiga jatuh ke tangan sang rival abadi, dan membuat mereka mentok finis sebagai runner-up.
Catatan minor ini melengkapi kegagalan mereka sebelumnya yang gugur di babak 16 besar Copa del Rey serta perempat final Liga Champions.
Badai Cedera dan Keretakan Ruang Ganti
Ujian bagi Real Madrid musim ini terasa berlipat ganda. Tak hanya babak belur di atas lapangan, keharmonisan internal tim juga diuji lewat isu keretakan di ruang ganti.
Kabar perselisihan antar-pemain sempat mencuat ke publik, di antaranya melibatkan dua pilar lini tengah, Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni.
Ketegangan tersebut bahkan berujung pada sanksi berupa rekor denda klub terbesar musim ini.
Meski atmosfer tim sedang memanas menjelang tiga laga pamungkas kontra Real Oviedo, Sevilla, dan Athletic Bilbao, Arbeloa meyakini bahwa keterpurukan ini hanyalah fase transisi yang bersifat sementara.
Mentalitas Lahir untuk Menang
Dalam sesi konferensi pers terbaru, mantan bek kanan Timnas Spanyol itu menegaskan bahwa sejarah panjang Real Madrid dibentuk oleh kemampuan mereka untuk selalu membalikkan keadaan di masa-masa sulit.
“Kami selalu bangkit, Real Madrid selalu bangkit. Tuntutannya sangat tinggi, kami tidak pernah merasa puas. Kalah itu rasanya menyakitkan, lebih dari yang dirasakan klub lain. Kami akan juara lagi dengan dukungan fans kami,” ujar Arbeloa seperti diwartakan AS.
Arbeloa juga menantang para pengkritik yang meragukan kapasitas tim untuk musim depan. “Saya tidak tahu apakah ada orang di sini yang berani bilang bahwa Real Madrid tidak akan juara apa pun di musim depan. Saya sih tidak berani,” sambungnya.
Fondasi Finansial dan Evaluasi Musim Panas
Lebih lanjut, Arbeloa mengingatkan publik bahwa manajemen klub berada di posisi yang sangat stabil secara struktural.
Manajemen yang sehat dan modal finansial yang kuat menjadi senjata utama Madrid untuk bergerak agresif di pasar transfer mendatang.
“Real Madrid telah melakukan banyak hal dengan baik dalam waktu yang lama; secara finansial sehat, dikelola dengan sangat baik, punya banyak pemain hebat, dan saya yakin di musim panas klub akan melakukan analisis yang dibutuhkan untuk memperkuat tim sehingga lebih kuat lagi,” pungkasnya.
Langkah evaluasi total yang dijanjikan pada musim panas nanti akan menjadi penentu, apakah raksasa ibu kota ini mampu langsung menyengat dan merebut kembali takhta kekuasaan mereka di kompetisi domestik maupun Eropa.


