Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan skuad Garuda tidak boleh lagi bergantung pada satu penyerang tengah untuk mencetak gol. Ia menuntut seluruh pemain dari berbagai posisi memiliki mentalitas menyerang dan berani menjebol gawang lawan.
Penegasan ini disampaikan Herdman di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Jumat (22/5). Pelatih tersebut tengah meracik kekuatan tim menjelang dua laga FIFA Matchday awal Juni mendatang melawan Oman dan Mozambik, serta persiapan menuju Piala AFF 2026.
“Di sini, orang-orang terus berbicara tentang nomor sembilan, penyerang tengah, Indonesia butuh penyerang tengah. Indonesia butuh mentalitas dalam tim bahwa semua orang bisa mencetak gol,” ujar Herdman.
Menurut Herdman, solusi dari mandeknya produktivitas gol adalah perubahan pola pikir pemain saat berada di area kotak penalti. Ia juga secara terbuka menyoroti gaya bermain Timnas di era sebelumnya yang dinilai terlalu mengandalkan taktik pasif dan serangan balik.
“Timnas sebelumnya bagi saya terlalu pasif. Bertahan, transisi, bertahan, transisi. Kami butuh lebih banyak pemain yang berpikir ‘plus satu’, overload, bek tengah, bek sayap yang ingin memecah garis pertahanan,” tegas pelatih kelahiran Inggris tersebut.
Dua pertandingan uji coba melawan Oman dan Mozambik akan menjadi ujian nyata pertama bagi skema agresif racikan Herdman. Publik sepak bola tanah air kini menanti pembuktian dari mentalitas baru yang sedang ditanamkan di skuad Garuda.


