Arsenal Bidik Gelar Kejuaraan Ganda di Final Liga Champions: Lebih Hebat dari Skuad Invincibles?

Sukses mengamankan takhta domestik pertama dalam 22 tahun, Mikel Arteta kini membidik sejarah baru di kompetisi Eropa saat bersua PSG.

Berita Terkait

- Advertisement -

Hanya dalam hitungan pekan, peta persaingan sepak bola Inggris berubah total. Setelah sempat terseok-seok pada April lalu akibat kekalahan dari Manchester City di Etihad, Arsenal justru berhasil bangkit dengan performa luar biasa. Skuad asuhan Mikel Arteta secara impresif mengunci gelar juara Liga Inggris musim ini, mengakhiri dahaga trofi domestik yang telah berlangsung selama 22 tahun.

Keberhasilan mematahkan dominasi Manchester City dan Liverpool menjadi bukti sahih validitas proyek jangka panjang yang diusung Arteta di London Utara. Namun, ambisi Meriam London tidak berhenti di situ. Akhir pekan ini, bertempat di Budapest, Arsenal berpeluang melengkapi torehan magis mereka dengan menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) dalam partai final Liga Champions.

Jika berhasil menundukkan sang raksasa Prancis, Arsenal akan mencatatkan kejuaraan ganda (double) legendaris, yakni mengawinkan trofi Liga Inggris dan kompetisi tertinggi Eropa. Catatan elite ini sebelumnya hanya pernah diraih oleh segelintir klub Inggris, seperti Manchester United (1998/99, 2007/08), Liverpool (1976/77, 1983/84), dan Manchester City (2022/23).

4 3

Perbandingan dengan Skuad Invincibles 2003/04

Potensi raihan dua trofi besar dalam semusim ini memicu perdebatan menarik di kalangan pengamat sepak bola: Apakah skuad Arsenal saat ini lebih hebat ketimbang era “Invincibles” asuhan Arsene Wenger pada musim 2003/04?

Sebagai catatan, skuad legendaris Wenger memenangi liga tanpa menelan satu pun kekalahan dalam 38 pertandingan, sebuah rekor yang belum pernah terulang di era modern. Secara statistik makro, kemiripan kedua tim ini cukup identik dalam hal agresivitas gol dan kokohnya lini belakang. Bedanya, skuad Invincibles kala itu gagal total di pentas Eropa setelah disingkirkan Chelsea di babak perempat final.

Mantan gelandang Arsenal, Paul Merson, memberikan pandangannya terkait komparasi dua generasi ini. Menurutnya, era Invincibles diisi oleh jajaran pemain ikonik dengan faktor pembeda yang sangat masif.

- Advertisement -

“Generasi Invincibles memiliki X-factor yang lebih kuat berkat kehadiran sosok seperti Thierry Henry, Dennis Bergkamp, dan Robert Pires. Mereka juga punya kedalaman lini serang yang luar biasa dengan adanya Nwankwo Kanu serta Sylvain Wiltord,” ujar Merson kepada The Sporting News.

Meski demikian, Merson tidak menampik bahwa skuad racikan Arteta memiliki satu kemiripan fundamental yang kuat, yakni rasa kebersamaan yang tinggi dan ketangguhan fisik yang luar biasa sepanjang kompetisi musim ini.

2 5

Ujian Pembuktian di Budapest

Di atas kertas, jika tolok ukurnya semata-mata adalah jumlah trofi besar dalam satu kalender musim, keberhasilan memenangi Liga Champions otomatis akan menempatkan skuad Arteta sebagai tim tersukses dalam sejarah klub.

Kendati begitu, bagi pencinta sepak bola romantisme era Wenger, kehebatan sebuah tim tidak hanya dinilai dari statistik di atas lembar kerja, melainkan juga dari impresi permainan yang disajikan. Skuad 2003/04 diingat karena merevolusi gaya bermain di Inggris dengan sepak bola ofensif yang mengalir dinamis. Sementara itu, tim besutan Arteta saat ini dinilai jauh lebih pragmatis dan sangat mematikan melalui skema bola mati.

Laga final di Budapest akhir pekan ini bakal menjadi pembuktian akhir. Menaklukkan kompetisi Eropa sekaligus mengamankan gelar ganda akan menjadi argumen paling sahih bagi generasi baru Meriam London untuk mulai keluar dari bayang-bayang kejayaan masa lalu.

- Advertisement -

Mingguan

Juara Bertahan Kian Perkasa! Arsenal Amankan Transfer Ezri Konsa Senilai £51 Juta dari Aston Villa

Ditengah krisis cedera William Saliba, Mikel Arteta bergerak cepat memperkuat lini pertahanan The Gunners sekaligus memanfaatkan eksodus bintang di skuad Unai Emery.

Prediksi Arsenal vs Man City di Community Shield 2026: The Gunners Dijagokan Menang Tipis

Berbekal rekor sejarah yang sempurna di ajang ini, kampiun Premier League Arsenal siap meladeni tantangan jawara Piala FA Manchester City.

Ronaldinho Turun Gunung Gabung Ravenna FC! Ini 3 Legenda yang Masih Aktif Merumput di Usia Senja

Menolak tua, legenda sepak bola Brasil ini kembali ke lapangan hijau di usia 46 tahun. Namun, ia tidak sendirian; tiga pemain ini membuktikan bahwa di dunia sepak bola, usia benar-benar sekadar angka.

Jadwal Nottingham Forest vs Leeds United: Ambisi Eropa Tuan ...

Skuad asuhan Oliver Glasner bersiap menjamu armada Daniel Farke yang baru saja mendatangkan James Trafford. Simak jadwal lengkap Liga Inggris pekan ini!

Cari Kaca Film Berkualitas di Bali? Kunjungi Kevin Kaca Film...

Memilih kaca film original bukan sekadar soal gaya, tetapi investasi perlindungan dari terik matahari Bali. Simak panduan menghindari produk abal-abal agar interior mobil Anda tetap awet dan sejuk.

Ronaldinho Turun Gunung Gabung Ravenna FC! Ini 3 Legenda yan...

Menolak tua, legenda sepak bola Brasil ini kembali ke lapangan hijau di usia 46 tahun. Namun, ia tidak sendirian; tiga pemain ini membuktikan bahwa di dunia sepak bola, usia benar-benar sekadar angka.

Bungkam Tuan Rumah, Alwi Farhan Balas Dendam dan Tembus Pere...

Tunggal putra Indonesia ini sukses atasi tekanan suporter India dan strategi Irwansyah guna mengamankan tiket delapan besar usai menundukkan Ayush Shetty dua gim langsung.

Trending

Cari Kaca Film Berkualitas di Bali? Kunjungi Kevin...

Memilih kaca film original bukan sekadar soal gaya, tetapi investasi perlindungan dari terik matahari Bali. Simak panduan menghindari produk abal-abal agar interior mobil Anda tetap awet dan sejuk.

Juara Bertahan Kian Perkasa! Arsenal Amankan Trans...

Ditengah krisis cedera William Saliba, Mikel Arteta bergerak cepat memperkuat lini pertahanan The Gunners sekaligus memanfaatkan eksodus bintang di skuad Unai Emery.

LaLiga 2026/2027 Dimulai, Alavés vs Getafe Jadi La...

LaLiga 2026/2027 resmi bergulir pada 15 Agustus 2026. Deportivo Alavés vs Getafe menjadi pertandingan pembuka, sementara Barcelona dan Real Madrid baru memainkan laga pertama mereka pada pekan berikutnya.

Raja Backlink

RajaBackLink.com