RIYADH, OneSportsID – Peribahasa “sudah di ujung lidah, tetapi jatuh ke tanah” sangat pas menggambarkan nasib Al Nassr saat menjamu rival sekotanya, Al Hilal.
Puluhan ribu suporter di Al Awwal Park sudah bersiap melakukan selebrasi juara, namun sebuah drama konyol di 10 detik terakhir membuyarkan segalanya.
Laga panas bertajuk Derby Riyadh yang digelar Rabu (13/5/2026) dini hari WIB ini berakhir dengan skor imbang 1-1.
Hasil yang memaksa Cristiano Ronaldo dan kolega harus menunda ambisi mengangkat trofi Saudi Pro League (SPL) 2025-2026 lebih cepat.
Dominasi yang Berakhir Antiklimaks
Al Nassr sebenarnya tampil sangat menjanjikan sejak peluit awal dibunyikan. Optimisme publik tuan rumah meledak pada menit ke-37 saat bek asal Prancis, Mohamed Simakan, berhasil menyambar bola muntah di mulut gawang Al Hilal. Gol tersebut membawa Al Nassr unggul 1-0 dan bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin tinggi. Al Hilal terus menggempur pertahanan tuan rumah, sementara Al Nassr memilih bermain pragmatis demi mengamankan skor tipis tersebut. Menjelang akhir laga, pelatih Al Nassr menarik keluar Cristiano Ronaldo untuk memperkuat pertahanan, sebuah keputusan yang awalnya terlihat logis.
Petaka Tabrakan Inigo Martinez dan Bento
Saat kemenangan sudah di depan mata dan wasit bersiap meniup peluit panjang, petaka datang pada menit ke-98. Situasi bermula dari skema lemparan ke dalam jarak jauh yang dilepaskan pemain Al Hilal ke jantung pertahanan Al Nassr.
Dalam upaya menghalau bola, komunikasi buruk terjadi antara bek Inigo Martinez dan kiper Bento. Keduanya bertabrakan di udara, membuat bola memantul liar dan justru bergulir masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut seketika membungkam seisi stadion dan mengubah papan skor menjadi 1-1.
Cristiano Ronaldo yang sudah berada di bench tampak menunjukkan raut wajah tak percaya. Kamera menangkap ekspresi frustrasi sang mega bintang yang harus melihat gelar juara perdana di Arab Saudi tertunda karena kesalahan elementer di detik akhir.
Persaingan Panas Hingga Pekan Pamungkas
Meski terpukul, Al Nassr masih berada di posisi terdepan dalam perburuan gelar. Saat ini, mereka masih memimpin klasemen dengan 83 poin dari 33 pertandingan, unggul lima angka dari Al Hilal yang baru melakoni 32 laga.
Nasib gelar juara kini akan ditentukan di laga pamungkas. Al Nassr wajib meraih poin penuh saat menghadapi Damac. Jika terpeleset lagi, Al Hilal yang masih menyisakan laga melawan NEOM SC dan Al Feiha siap mengintai untuk melakukan comeback menyakitkan di akhir musim. Ketegangan di Saudi Pro League benar-benar akan berlanjut hingga detik terakhir, Bos!


