GLASGOW, ONESPORTS.ID – Laga uji coba pramusim melawan Celtic di Celtic Park pada Sabtu (25/7/2026) menjadi ujian perdana bagi pelatih anyar AC Milan, Ruben Amorim. Laga yang berakhir dengan skor imbang 2-2 tersebut memberikan gambaran jelas mengenai kondisi skuad Rossoneri yang masih berada dalam masa transisi taktik.
Dalam pertandingan tersebut, Milan sempat kelimpungan dan tertinggal dua gol di babak pertama lewat aksi Camilo Duran dan James Forest, sebelum akhirnya bangkit di babak kedua melalui brace (dua gol) dari striker muda Francesco Camarda.
Transisi Taktik: Dari Pragmatis ke Agresif
Sebagai pelatih baru, Ruben Amorim menyadari bahwa anak asuhnya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan filosofi sepak bola yang ia usung. Hal ini sangat wajar mengingat para pemain Il Diavolo Rosso masih sangat terbiasa dengan pakem permainan pelatih sebelumnya, Maximiliano Allegri.
Secara taktik, terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara kedua pelatih tersebut. Allegri dikenal dengan pendekatan yang lebih pragmatis dan mengutamakan stabilitas pertahanan blok rendah. Sebaliknya, Amorim menuntut Milan untuk tampil jauh lebih proaktif, agresif, dan mengandalkan sistem pressing tinggi (high press) di area pertahanan lawan.
Perbandingan Gaya Bermain AC Milan:
| Parameter Taktik | Era Maximiliano Allegri | Era Ruben Amorim |
| Gaya Bertahan | Pragmatis & Blok Rendah (Low Block) | Agresif & Pressing Tinggi (High Press) |
| Fokus Penguasaan | Reaktif & Serangan Balik | Proaktif & Dominasi Penguasaan Bola |
| Kebutuhan Fisik | Efisiensi Stamina | Mobilitas & Stamina Tinggi |
Celah Akibat Pressing yang Belum Kompak
Dampak dari masa adaptasi ini terlihat sangat jelas pada babak pertama kontra Celtic. Upaya para pemain Milan untuk menerapkan pressing tinggi belum berjalan secara kompak dan sinkron.
Ketidakkompakan ini pada akhirnya justru meninggalkan banyak celah menganga di lini pertahanan, yang dengan mudah dieksploitasi oleh para pemain Celtic untuk mencetak dua gol cepat.
Fokus Peningkatan Fisik dan Penguasaan Bola
Menanggapi hasil dan performa timnya, Ruben Amorim mengakui bahwa penerapan taktik barunya masih menemui kendala. Pelatih asal Portugal itu menekankan pentingnya peningkatan kondisi fisik agar para pemain terbiasa berlari dan menekan lawan selama 90 menit penuh.
“Kami berusaha untuk menguasai bola. Kami sedikit kesulitan ketika kami mencoba melakukan pressing tinggi di seluruh lapangan. Kami akan meningkatkan kemampuan fisik dan dalam hal pressing tinggi ke depannya,” tegas Amorim sebagaimana dilansir dari Sky Sports.
Lebih lanjut, Amorim juga menyoroti urgensi untuk mendominasi aliran bola agar tim tidak mudah kehilangan kendali permainan. “Kami perlu lebih banyak menguasai bola dalam pertandingan, tetapi terkadang itu sulit dan membutuhkan lebih banyak waktu,” pungkasnya.
“Kami sedikit kesulitan ketika kami mencoba melakukan pressing tinggi di seluruh lapangan. Kami akan meningkatkan kemampuan fisik dan dalam hal pressing tinggi ke depannya.”
— Ruben Amorim, Pelatih AC Milan.
