ONESPORTS.ID – Pelatih Tim Nasional Kanada, Jesse Marsch, menyampaikan kalimat penuh kebanggaan kepada para pemainnya usai memastikan tiket bersejarah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. “Kalian adalah pahlawan Kanada,” tegas Marsch.
Dan tidak ada pahlawan yang lebih bersinar pada laga Minggu (28/6/2026) selain Stephen Eustaquio. Gelandang berusia 29 tahun itu sukses mencetak gol penentu kemenangan di masa stoppage time untuk menenggelamkan Afrika Selatan di babak 32 besar.
Meski pekerjaan belum selesai—mengingat tantangan monumental melawan Belanda atau Maroko sudah menanti di laga berikutnya—gol Eustaquio memastikan tim ini mendapat tempat spesial dalam buku sejarah sepak bola Kanada.
Momen Dramatis di Menit Akhir
Afrika Selatan sebenarnya tampil solid dan mampu menahan gempuran Kanada hingga penghujung laga. Namun, pada masa tambahan waktu, sebuah sundulan sapuan justru mengarah tepat ke Eustaquio. Dengan reaksi kilat, ia melepaskan tembakan terukur yang menjadi satu-satunya gol pada pertandingan tersebut.
Gol itu menyisakan sangat sedikit waktu bagi Afrika Selatan untuk membalas. Barisan pertahanan Kanada sukses mementahkan segala peluang di menit-menit akhir dan menyegel kemenangan 1-0.
Usai laga, Eustaquio dengan tenang menyatakan bahwa Kanada memang layak mendapatkan gol tersebut setelah terus-menerus menciptakan peluang.
“Saya mendapat sentuhan yang bagus, dan saya selalu bilang ke teman-teman, ‘Kita harus memberikan segalanya saat menembak, seolah hidup kita bergantung padanya,'” ungkap Eustaquio. “Saya merasa semua orang ikut menendang bola itu bersama saya.”
Siapa Sebenarnya Stephen Eustaquio?
Bagi yang belum familier, Stephen Eustaquio adalah gelandang andalan Timnas Kanada yang saat ini merumput di Major League Soccer (MLS) bersama Los Angeles FC (LAFC). Ia berstatus sebagai pemain pinjaman dari raksasa Portugal, FC Porto, di mana ia mencatatkan 95 penampilan dan menyumbang 4 gol. Sebelumnya, ia juga pernah membela klub seperti Cruz Azul dan Pacos Ferreira.
Eustaquio banyak menghabiskan masa mudanya bermain di Portugal, tempat kedua orang tuanya dilahirkan. Ia bahkan sempat membela Timnas Portugal U-21 sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan Timnas Senior Kanada pada tahun 2019.
Selain mengukir sejarah bagi negaranya, gol hari Minggu tersebut adalah gol internasional pertamanya dalam hampir tiga tahun terakhir (terakhir kali mencetak gol ke gawang Jamaika pada akhir 2023), sekaligus menjadi gol kelima dalam kariernya bersama Timnas Kanada.
Lebih dari sekadar pencapaian olahraga, momen magis ini memiliki makna emosional yang sangat mendalam. Pemain kelahiran Ontario ini baru saja melewati masa-masa berat setelah kehilangan sang ibu akibat kanker pada 2023, disusul kepergian sang ayah karena serangan jantung setahun kemudian. Kini, nama Stephen Eustaquio telah terukir abadi sebagai legenda sepak bola Kanada.
“Saya mendapat sentuhan yang bagus, dan saya selalu bilang ke teman-teman, ‘Kita harus memberikan segalanya saat menembak, seolah hidup kita bergantung padanya.’ Saya merasa semua orang ikut menendang bola itu bersama saya.” — Stephen Eustaquio, Pahlawan Kemenangan Kanada.
