ONESPORTS.ID – Laga sengit yang menguras emosi tersaji di BMO Field pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tim Nasional Portugal dan Kroasia bertarung habis-habisan bak petinju kelas berat di atas lapangan untuk memperebutkan tiket ke babak selanjutnya.
Skuad asuhan Roberto Martinez akhirnya keluar sebagai pemenang setelah pemain pengganti, Goncalo Ramos, merobek jala gawang lawan lewat sundulan ciamik di detik-detik akhir pertandingan.
Pertandingan ini bukannya tanpa kontroversi. Kroasia sempat mencetak gol penyeimbang yang akhirnya dianulir akibat keputusan offside yang tipis namun akurat. Kemenangan ini memastikan langkah Portugal ke babak 16 besar untuk menghadapi rival serumpun mereka, Spanyol.
Namun, kemenangan tersebut memiliki makna yang jauh lebih mendalam dan sentimental bagi skuad Seleção das Quinas. Tepat pada tanggal 3 Juli merupakan peringatan satu tahun berpulangnya mantan rekan setim mereka, Diogo Jota.
Penghormatan Spesial untuk Sang Nomor 21
Seusai peluit panjang berbunyi, para pemain Portugal tidak langsung merayakan kemenangan. Mereka memastikan untuk menghormati mendiang rekan setimnya dengan membentangkan jersey kebanggaan Jota bernomor punggung 21.
Cristiano Ronaldo, yang tampil sebagai Man of the Match dengan torehan satu gol dan kontribusi besar dalam kemenangan tim, tampak memegang erat jersey mendiang Jota di tengah lapangan. Ia didampingi oleh Ruben Neves, mantan rekan setim Jota di Porto dan Wolverhampton Wanderers. Neves bahkan secara khusus mengubah nomor punggungnya menjadi 21 di turnamen ini demi menghormati salah satu sahabat terdekatnya di dunia sepak bola tersebut.
Kesedihan Ronaldo dan Skuad Portugal
Berbicara kepada jurnalis Fox Sports, Katie Shanahan, seusai pertandingan, Ronaldo memuji mendiang mantan rekan setimnya dan mengungkapkan bahwa kenangan tentang Jota terus terbayang di benak seluruh pemain sebelum mereka melangkah ke lapangan.
“Luar biasa. Kami sudah menyadarinya sebelum pertandingan. Ini adalah momen yang sangat spesial,” ujar Ronaldo. “Grup kami membicarakan hal itu hari ini. Kebetulan dalam hidup ini sungguh tak bisa dipercaya. Saya takjub, karena situasi hari ini sangat berarti bagi kami. Bukan sekadar karena kami memenangi pertandingan, tetapi juga bagaimana cara kami menang.”
Ronaldo juga memberikan penghormatan lebih lanjut melalui unggahan Instagram pribadinya sesaat setelah laga emosional tersebut usai.
Tragedi Kelam di Cernadilla
Mantan bintang Wolverhampton dan Liverpool tersebut wafat dalam kecelakaan mobil tunggal yang fatal pada 3 Juli 2025. Diogo Jota (28 tahun) dan saudara laki-lakinya, Andre Silva (25 tahun), meninggal dunia di tempat kejadian.
Kecelakaan nahas itu terjadi di Cernadilla, Spanyol, saat mereka tengah dalam perjalanan mengejar feri di Santander. Lamborghini Huracan yang dikemudikan Jota mengalami pecah ban saat mencoba mendahului kendaraan lain. Mobil tersebut kemudian melenceng dari jalan, menabrak pembatas tengah, dan langsung terbakar.
Jejak Karier Internasional Jota
Sebelum kecelakaan tragis tersebut terjadi, Jota masih diproyeksikan masuk ke dalam skuad Roberto Martinez untuk berbagai ajang internasional. Sepanjang kariernya, ia mencatatkan statistik apik baik di level klub maupun tim nasional.
Berikut adalah rekam jejak mendiang Diogo Jota bersama Tim Nasional Portugal:
| Statistik/Karier | Keterangan |
| Penampilan Timnas | 49 Caps |
| Total Gol Timnas | 14 Gol |
| Catatan Klub Terakhir | Liverpool (9 gol dari 37 laga musim 2024-2025) |
| Partisipasi Turnamen | Euro 2020 dan Euro 2024 |
| Kiprah Piala Dunia | Absen pada 2022 (cedera betis), wafat sebelum 2026 |
Tragisnya, Jota tidak pernah mendapat kesempatan untuk memamerkan bakatnya di panggung Piala Dunia. Ia harus absen membela Portugal di Piala Dunia 2022 Qatar akibat cedera betis parah, dan berpulang sebelum impiannya berlaga di Piala Dunia 2026 terwujud.
“Saya takjub, karena situasi hari ini sangat berarti bagi kami. Bukan sekadar karena kami memenangi pertandingan, tetapi juga bagaimana cara kami menang untuk mengenangnya.”
— Cristiano Ronaldo, tentang kemenangan Portugal di hari peringatan wafatnya Diogo Jota.
