Menang “Jelek” Lagi, Arsenal Kini Tinggal Selangkah dari Trofi Premier League

Arsenal berhasil mengalahkan Burnley 1-0 lewat gol Kai Havertz dan kini hanya berjarak satu kemenangan dari gelar Premier League 2025/26. Di balik kemenangan itu, gaya bermain pragmatis Mikel Arteta kembali menjadi sorotan.

- Advertisement -

Poin Utama

  • Arsenal menang tipis 1-0 atas Burnley di Emirates Stadium.
  • Kai Havertz mencetak gol kemenangan lewat situasi sepak pojok.
  • The Gunners kini unggul lima poin dari Manchester City.
  • Arsenal berpeluang juara jika City terpeleset melawan Bournemouth.
  • Gaya bermain pragmatis Mikel Arteta kembali menuai perdebatan.
  • Arsenal semakin dekat mengakhiri puasa gelar liga selama 22 tahun.

Arsenal mungkin tidak memainkan sepak bola paling indah musim ini. Namun di titik seperti sekarang, Mikel Arteta tampaknya sudah tidak peduli soal estetika. Yang terpenting hanyalah satu hal: trofi Premier League kembali ke Emirates Stadium.

The Gunners sukses mengalahkan Burnley dengan skor tipis 1-0 dalam laga yang kembali memperlihatkan wajah baru Arsenal — dingin, pragmatis, dan brutal dalam mengunci kemenangan.

Gol tunggal Kai Havertz pada babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang sebenarnya jauh dari kata spektakuler.

Memanfaatkan sepak pojok Bukayo Saka pada menit ke-34, Havertz melompat paling tinggi untuk menanduk bola dari jarak dekat.

Baca Juga : Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City, Akhir Sebuah Dinasti di Premier League

Gol tersebut sekaligus mempertegas betapa mematikannya Arsenal dalam situasi bola mati sepanjang musim ini.

Kemenangan itu membuat Arsenal kini unggul lima poin dari Manchester City di puncak klasemen Premier League dengan hanya satu pertandingan tersisa.

- Advertisement -

Situasinya kini sangat sederhana.

Jika Manchester City gagal menang saat menghadapi Bournemouth, maka Arsenal resmi dinobatkan sebagai juara Premier League 2025/26 bahkan sebelum laga terakhir musim dimainkan.

Dan jika City berhasil menang, maka pasukan Arteta tinggal membutuhkan kemenangan atas Crystal Palace untuk memastikan sejarah besar.

Menariknya, kemenangan Arsenal kali ini kembali menghadirkan kritik lama terhadap gaya bermain Arteta.

Baca Juga : Bantai Persita 3-0, Persijap Jepara Resmi Lolos dari Jeratan Degradasi Liga 1

Setelah unggul, Arsenal praktis memilih membunuh tempo pertandingan. Mereka tidak bermain atraktif, tidak menyerang membabi buta, dan tidak mencoba menghibur publik Emirates dengan pesta gol.

Sebaliknya, Arsenal tampil seperti mesin dingin yang hanya fokus menjaga hasil.

Burnley nyaris tidak diberi ruang untuk berkembang. Statistik pertandingan menunjukkan Arsenal hanya mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran, namun Burnley bahkan gagal menciptakan satu shot on target sepanjang laga.

Inilah Arsenal versi Arteta saat ini.

Bukan lagi tim muda romantis yang bermain terbuka seperti dua musim lalu, melainkan tim yang tahu cara “mencekik” pertandingan sampai lawan kehabisan napas.

- Advertisement -

Bagi sebagian penonton netral, gaya bermain ini terasa membosankan. Bahkan beberapa pengamat mulai mempertanyakan apakah pendekatan fisikal dan pragmatis Arsenal akan menjadi tren baru di Premier League.

Namun Arteta jelas tidak peduli dengan opini tersebut.

Baginya, sepak bola modern hanya mengenal satu hal yang abadi: hasil akhir.

Dan sejauh ini, pendekatan itu membawa Arsenal sangat dekat menuju gelar liga pertama mereka sejak era Arsene Wenger pada 2004.

Meski begitu, pertandingan ini juga diwarnai kontroversi.

Kai Havertz nyaris diusir keluar lapangan usai melakukan tekel keras terhadap Lesley Ugochukwu pada babak kedua.

VAR sempat melakukan pemeriksaan panjang, tetapi wasit hanya memberikan kartu kuning.

Keputusan itu memancing kemarahan Burnley yang merasa Arsenal seharusnya bermain dengan 10 orang.

Baca Juga : Mimpi Besar Hector Souto: Liga Futsal Kuat dan Gaji Layak untuk Pemain

Namun semua kontroversi itu pada akhirnya tenggelam di balik satu kenyataan besar: Arsenal kini tinggal selangkah lagi mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun.

- Advertisement -

Dan ironisnya, mereka mungkin melakukannya bukan dengan sepak bola paling indah, tetapi dengan sepak bola paling efektif.

- Advertisement -

Berita Terkait

Mingguan

Bantai Persita 3-0, Persijap Jepara Resmi Lolos dari Jeratan Degradasi Liga 1

Persijap Jepara sukses mengamankan tiket bertahan di kasta tertinggi BRI Super League musim depan usai membungkam Persita Tangerang dengan skor telak 3-0.

Sanksi Tegas Chelsea Untuk Enzo

LONDON, OneSports – Suas...

Mimpi Besar Hector Souto: Liga Futsal Kuat dan Gaji Layak untuk Pemain

Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, Piala AFF Futsal 2026, Kesejahteraan Atlet, Futsal Indonesia

Wali Kota Buka Pelayanan MOP 2026: Tebing Tinggi Siap Rebut Kembali Ikon KB Pria

Wali Kota Tebing Tinggi H. Iman Irdian Saragih resmi membuka pelayanan MOP (Metode Operasi Pria) 2026 demi membangkitkan kembali kejayaan sebagai ikon KB Pria.

Jadwal Final Piala FA: Chelsea Tantang Manchester City di Tengah Badai Kelelahan

Preview laga final Piala FA 2025/2026 antara Chelsea melawan Manchester City di Stadion Wembley. Ambisi meraih trofi dan tiket kompetisi Eropa.

Bruno Fernandes Tegaskan Kesetiaan di Manchester United, Terus Bidik Gelar Juara

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, menegaskan komitmennya bertahan di Old Trafford demi ambisi menjuarai Liga Inggris dan Liga Champions.

5 Fakta Menarik Jelang Duel Panas Manchester City vs Chelsea di Final Piala FA

Simak deretan fakta menarik jelang laga final Piala FA antara Manchester City melawan Chelsea di Stadion Wembley, mulai dari rekor pertemuan hingga top skor.

Final Piala FA Malam Ini: Chelsea vs Manchester City Beradu Putus Kutukan Wembley

Chelsea dan Manchester City akan berhadapan di final Piala FA malam ini di Wembley. Kedua tim mengusung misi memutus rekor buruk kekalahan di laga final.

Hancur di Villa Park, Arne Slot Panen Rekor Memalukan Bersama Liverpool

Arne Slot mencatatkan deretan rekor terburuk dalam sejarah modern Liverpool usai dibantai Aston Villa 4-2 dan terlempar dari zona Liga Champions.

Bungkam Rumor Cabut, Pep Guardiola Tegaskan Tetap Latih Manchester City

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menepis rumor kepergiannya di akhir musim. Ia menegaskan masih memiliki kontrak di Etihad hingga tahun 2027.

Hasil Liga Inggris: Bantai Liverpool 4-2, Aston Villa Resmi Kunci Tiket Liga Champions

Aston Villa sukses menaklukkan Liverpool dengan skor meyakinkan 4-2 di Villa Park berkat brace Ollie Watkins, sekaligus merebut posisi empat besar.

Selangkah Lagi Patahkan Rekor Assist Liga Inggris, Bruno Fernandes Pilih Cuek

Bruno Fernandes hanya butuh tambahan assist untuk memecahkan rekor Thierry Henry dan Kevin De Bruyne di Liga Inggris, namun ia lebih mementingkan tim.

Ironis! Amerika Dicibir Sebut Sepak Bola “Soccer”, Padahal Inggrislah yang Menciptakan Ist...

Banyak orang mengira Amerika Serikat menciptakan istilah “soccer”. Faktanya, kata tersebut justru lahir di Inggris sebelum akhirnya ditinggalkan oleh negara asalnya sendiri.

Ancelotti Coret Bintang Premier League! Gabriel Jesus hingga Richarlison Tersingkir dari S...

Carlo Ancelotti membuat keputusan mengejutkan dengan mencoret sejumlah pemain Premier League dari skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Gabriel Jesus hingga Richarlison harus rela hanya menjadi penonton.

Neymar Dipanggil Ancelotti, Tapi Brasil Sedang Membawa Senjata atau Bom Waktu?

Kembalinya Neymar ke skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 memunculkan dilema besar. Carlo Ancelotti mendapat senjata berbakat sekaligus bom waktu emosional di tengah ambisi Selecao merebut mahkota dunia.

Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City, Akhir Sebuah Dinasti di Premier League

Penampilan Adeline Rudolph sebagai Kitana di Mortal Kombat II panen pujian. Fans menilai sang aktris sukses menghadirkan sosok putri Outworld yang elegan, mematikan, dan emosional di layar lebar.

Panen Pujian, Adeline Rudolph Dinilai Jadi Kitana Paling Akurat di Mortal Kombat II

Penampilan Adeline Rudolph sebagai Kitana di Mortal Kombat II panen pujian. Fans menilai sang aktris sukses menghadirkan sosok putri Outworld yang elegan, mematikan, dan emosional di layar lebar.

Akhiri Kutukan 28 Tahun, Skotlandia Kembali Menatap Panggung Piala Dunia

Timnas Skotlandia akhirnya kembali berlaga di panggung Piala Dunia setelah 28 tahun absen. Kemenangan dramatis 4-2 atas Denmark menjadi tiket emas bagi skuad asuhan Steve Clarke untuk mencoba mengukir sejarah baru menembus fase gugur.

Akhiri Penantian 28 Tahun, Skotlandia Siap Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026

Timnas Skotlandia akhirnya kembali berlaga di panggung Piala Dunia 2026 setelah 28 tahun absen. Skuad asuhan Steve Clarke membidik sejarah baru untuk lolos dari fase grup untuk pertama kalinya

Warna-Warni Tradisi Suporter Piala Dunia: Dari ‘Viking Clap’ Hingga Irama Samb...

Piala Dunia bukan hanya tentang persaingan di atas lapangan hijau, tetapi juga panggung bagi tradisi unik para suporter dari berbagai belahan dunia, mulai dari Viking Clap Islandia hingga kemeriahan irama samba khas Brasil.

#Taggar Trending

Berita Timnas

Ancelotti Coret Bintang Premier League! Gabriel Jesus hingga...

Carlo Ancelotti membuat keputusan mengejutkan dengan mencoret sejumlah pemain Premier League dari skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Gabriel Jesus hingga Richarlison harus rela hanya menjadi penonton.

Neymar Dipanggil Ancelotti, Tapi Brasil Sedang Membawa Senjata atau Bom Waktu?

Kembalinya Neymar ke skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026 memunculkan dilema besar. Carlo Ancelotti mendapat senjata berbakat sekaligus bom waktu emosional di tengah ambisi Selecao merebut mahkota dunia.

Harry Kane Buka Luka Qatar 2022: Penalti Gagal Itu Ubah Saya Jadi Monster di Piala Dunia 2...

Harry Kane mengaku kegagalan penalti di Qatar 2022 membuat mentalnya jauh lebih kuat menuju Piala Dunia 2026.

Didier Deschamps mempertahankan mayoritas pemain inti Prancis demi memburu kejayaan di Pia...

Didier Deschamps mempertahankan mayoritas pemain inti Prancis demi memburu kejayaan di Piala Dunia 2026.

Resmi! Carlo Ancelotti Perpanjang Kontrak Latih Timnas Brasil Hingga 2030

CBF resmi memperpanjang masa bakti Carlo Ancelotti sebagai pelatih Timnas Brasil hingga tahun 2030 usai sukses meloloskan tim ke Piala Dunia 2026.

Harus Baca

Ancelotti Coret Bintang Premier League! Gabriel Jesus hingga...

Carlo Ancelotti membuat keputusan mengejutkan dengan mencoret sejumlah pemain Premier League dari skuad Brasil untuk Piala Dunia 2026. Gabriel Jesus hingga Richarlison harus rela hanya menjadi penonton.