ONESPORTS.ID – Edisi terbesar dalam sejarah Piala Dunia FIFA akhirnya tiba. Dengan ekspansi turnamen yang kini melibatkan 48 tim dan membludaknya jumlah pertandingan menjadi 104 laga, Amerika Utara bersiap menjadi saksi sejarah baru persepakbolaan global pada musim panas 2026.
Deretan bintang kelas dunia dipastikan akan menghiasi berbagai stadion megah di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Salah satu grup yang diprediksi akan menyajikan pertarungan sengit penuh intrik adalah Grup G.
Grup ini dihuni oleh raksasa Eropa Belgia, jagoan Afrika Mesir, raksasa Asia Iran, dan penguasa Oseania Selandia Baru. Menghadirkan nama-nama elite seperti Kevin De Bruyne, Mohamed Salah, hingga Alireza Jahanbakhsh, laga perdana Grup G yang akan bergulir pada 15 Juni 2026 (waktu setempat) dipastikan akan meledak layaknya kembang api.
Berikut adalah analisis mendalam, profil tim, hingga jadwal lengkap persaingan di Grup G Piala Dunia 2026.
Profil Tim Grup G: Adu Gengsi Lintas Benua
1. Belgia (Peringkat FIFA: 9)
Sejak menempati peringkat ketiga di Rusia 2018—pencapaian terbaik mereka sepanjang sejarah—para pendukung Belgia dihantui ketakutan bahwa “Generasi Emas” mereka akan berakhir tanpa mahkota juara. Ketakutan itu memuncak setelah mereka tersingkir secara memalukan di fase grup Qatar 2022.
Maju ke tahun 2026, Kevin De Bruyne kini berada di senja kariernya. Namun, talenta tingkat atas belum sepenuhnya habis. Nama-nama seperti Thibaut Courtois, Leandro Trossard, dan Youri Tielemans masih berada di usia emas, sementara Charles De Ketelaere dan Jeremy Doku siap memimpin transisi generasi. Jika Romelu Lukaku bisa kembali bugar, The Red Devils asuhan pelatih Rudi Garcia tetaplah ancaman mematikan yang berambisi menebus dosa masa lalu.
2. Mesir (Peringkat FIFA: 29)
Setelah absen di Qatar 2022, Mesir comeback ke panggung terbesar dunia dengan dominasi absolut di babak kualifikasi (10 Menang, 2 Seri, tanpa kekalahan). The Pharaohs mencetak 19 gol dalam sembilan pertandingan dengan pertahanan yang solid.
Bagi Mesir, ini adalah momentum emas untuk menegaskan kembali status mereka sebagai raksasa sepak bola Afrika dan Arab. Dipimpin oleh kapten ikonik Mohamed Salah yang sedang on-fire, serta didukung talenta beringas seperti Omar Marmoush, Trezeguet, dan Zizo, Mesir datang ke Amerika Utara bukan sekadar untuk meramaikan kompetisi, melainkan untuk membuat kejutan besar.
3. Iran (Peringkat FIFA: 21)
Iran kini berstatus sebagai salah satu tim terkuat di konfederasi Asia (AFC). Mereka lolos meyakinkan sebagai juara Grup A di putaran ketiga kualifikasi AFC. Meski gagal lolos dari fase grup di Qatar 2022, kemenangan dramatis 2-0 atas Wales kala itu membuktikan mentalitas baja mereka.
Di bawah asuhan Amir Ghalenoei dan dipimpin oleh striker veteran Mehdi Taremi serta Alireza Jahanbakhsh, Iran tidak boleh lagi dipandang sebelah mata oleh tim-tim mapan Eropa maupun Amerika Selatan.
4. Selandia Baru (Peringkat FIFA: 85)
Datang sebagai tim dengan peringkat FIFA terendah di grup ini, All Whites berstatus sebagai kuda hitam utama. Selandia Baru melaju mulus sebagai juara kualifikasi zona Oseania (OFC).
Tim asuhan Darren Bazeley ini akan dikomandoi oleh striker haus gol Nottingham Forest, Chris Wood. Dengan dukungan pemain muda menjanjikan seperti Tyler Bindon dan Finn Surman, Selandia Baru berharap bisa mencuri poin dan merepotkan lawan-lawan superior di grup mereka.
Jadwal Pertandingan Grup G
Seluruh mata akan tertuju pada laga krusial di Grup G. Berikut adalah jadwal lengkap pertandingannya (Waktu telah disesuaikan dengan Waktu Indonesia Barat / WIB):
| Tanggal (WIB) | Pertandingan | Lokasi Stadion |
| Selasa, 16 Juni 2026 (02:00 WIB) | Belgia vs. Mesir | Lumen Field, Seattle |
| Selasa, 16 Juni 2026 (08:00 WIB) | Iran vs. Selandia Baru | SoFi Stadium, Inglewood |
| Senin, 22 Juni 2026 (03:00 WIB) | Belgia vs. Iran | SoFi Stadium, Inglewood |
| Senin, 22 Juni 2026 (08:00 WIB) | Selandia Baru vs. Mesir | BC Place, Vancouver |
| Sabtu, 27 Juni 2026 (10:00 WIB) | Selandia Baru vs. Belgia | BC Place, Vancouver |
| Sabtu, 27 Juni 2026 (10:00 WIB) | Mesir vs. Iran | Lumen Field, Seattle |
Regulasi Kelolosan dan Tiebreaker Fase Grup
Dengan format baru 48 tim, dua tim teratas dari masing-masing grup akan otomatis lolos ke babak 32 besar. Selain itu, delapan tim peringkat ketiga terbaik dari total 12 grup juga berhak mendapatkan tiket ke fase gugur.
Jika ada dua tim atau lebih yang memiliki poin sama di klasemen akhir grup, FIFA akan menentukan posisi berdasarkan kriteria berikut secara berurutan:
- Hasil Head-to-head antar tim yang bersangkutan.
- Selisih gol dari laga head-to-head tersebut.
- Jumlah gol yang dicetak dalam laga head-to-head.
- Selisih gol keseluruhan di fase grup.
- Jumlah gol keseluruhan di fase grup.
- Skor Fair Play (berdasarkan akumulasi kartu kuning dan merah).
- Peringkat FIFA tertinggi terbaru.
Mampukah Mohamed Salah membawa Mesir meruntuhkan dominasi Belgia, atau justru Iran dan Selandia Baru yang memutarbalikkan prediksi di Grup G? Mari kita saksikan panasnya persaingan musim panas mendatang!
“Bagi Mesir, edisi ini mewakili peluang besar untuk menegaskan kembali diri mereka sebagai raksasa sepak bola Afrika dan Arab. Dipimpin oleh Mohamed Salah, optimisme mereka sangatlah tinggi.”



