ONESPORTS.ID – Turnamen terakbar jagat raya, Piala Dunia 2026, resmi memasuki babak perempat final. Dari 48 tim yang berpartisipasi di awal kompetisi, kini hanya tersisa delapan kontestan tertangguh yang masih berdiri kokoh demi memperebutkan trofi emas.
Fase gugur sebelumnya terbukti menjadi kuburan bagi sejumlah tim bertabur bintang seperti Belanda, Brasil, hingga Portugal. Di sisi lain, tim-tim favorit yang tersisa dipaksa memeras keringat hingga batas maksimal, termasuk sang juara bertahan Argentina yang harus melakukan comeback berdarah-darah saat mendepak Mesir.
Menjelang bergulirnya babak 8 besar, berikut adalah power ranking terbaru delapan tim tersisa berdasarkan kedalaman skuad, konsistensi performa, dan besarnya peluang mengangkat trofi juara:
8. Swiss (Peringkat FIFA: #17)
Langkah Swiss menembus babak 8 besar patut diacungi jempol berkat ketajaman Breel Embolo dan agresivitas Ruben Vargas di sisi sayap, didukung pengatur ritme berpengalaman Granit Xhaka. Namun, cederanya wonderkid Johan Manzambi menjadi pukulan telak bagi kreativitas La Nati. Swiss tampil minim peluang saat bermain imbang 0-0 kontra Kolombia sebelum akhirnya lolos lewat adu penalti, dan lini pertahanan mereka diprediksi akan kesulitan membendung Argentina di laga berikutnya.
7. Belgia (Peringkat FIFA: #11)
Sebelum babak 16 besar, performa Belgia dinilai sangat statis. Kevin De Bruyne mulai termakan usia dan Romelu Lukaku kerap membuang peluang emas. Namun, taktik jitu Rudi Garcia yang sukses mengarsiteki kemenangan telak 4-1 atas tuan rumah Amerika Serikat langsung mengubah persepsi publik. Skuad The Red Devils mulai menemukan momentum kebangkitan mereka, meski lubang di lini tengah masih menyisakan pekerjaan rumah.
6. Maroko (Peringkat FIFA: #6)
Sensasi semifinalis 2022 berlanjut ke edisi 2026. Dipimpin oleh bek kanan terbaik dunia Achraf Hakimi, Singa Atlas menjelma menjadi tim yang sangat solid dan sulit dikalahkan, terbukti dari keberhasilan mereka menyingkirkan Belanda dan Kanada. Ujian terberat mereka akan tersaji di babak perempat final saat menantang Prancis, di mana gelandang muda Ayyoub Bouaddi dituntut mengendalikan lini tengah demi meredam agresivitas Les Bleus.
5. Inggris (Peringkat FIFA: #4)
Datang sebagai salah satu kandidat kuat juara, Inggris menunjukkan mental baja saat membungkam Meksiko 3-2 di Stadion Azteca. Kendati demikian, konstruksi skuad asuhan Thomas Tuchel dinilai masih membingungkan jika dihadapkan pada tim besar. Masalah kebugaran di sektor bek kanan serta cedera kambuhan Declan Rice dan Elliot Anderson di lini tengah bisa menjadi bumerang saat bersua Norwegia.
4. Norwegia (Peringkat FIFA: #22)
Jangan pernah lagi meremehkan kekuatan negara Skandinavia ini. The Vikings tampil luar biasa sepanjang turnamen dengan menyingkirkan Pantai Gading dan Brasil. Kombinasi maut Martin Odegaard sebagai motor serangan dan Erling Haaland sebagai mesin gol berkarakter “robot” terbukti sangat mematikan. Taktik fleksibel Stale Solbakken membuat Norwegia memiliki modal berharga untuk melaju lebih jauh ke semifinal.
3. Argentina (Peringkat FIFA: #1)
Meskipun bertabur bintang dan memiliki magis sang kapten Lionel Messi, performa lini tengah La Albiceleste dalam tiga laga terakhir terbilang mengkhawatirkan. Mereka kerap kedodoran dalam meredam serangan balik cepat lawan, seperti saat bersusah payah membungkam Tanjung Verde dan Mesir. Argentina masih sangat berpeluang mempertahankan gelar juara dunia mereka, namun Lionel Scaloni harus segera membenahi stabilitas transisi timnya.
2. Spanyol (Peringkat FIFA: #3)
La Roja menjelma sebagai tim dengan lini pertahanan terbaik di Piala Dunia 2026 setelah mencatatkan rekor historis berupa 6 clean sheet secara beruntun hingga babak 16 besar. Dikomandoi Rodri dan Pedri yang tampil dominan di lini tengah serta Unai Simon yang tangguh di bawah mistar, Spanyol menjadi ancaman paling nyata bagi siapa pun, terlebih jika Lamine Yamal dan Nico Williams sudah kembali bugar 100 persen.
1. Prancis (Peringkat FIFA: #2)
Secara kedalaman taktik maupun kualitas individu di atas kertas, Prancis mutlak berada di posisi teratas. Skuad asuhan Didier Deschamps memiliki kemampuan mengerikan untuk mengurung dan menghancurkan pertahanan lawan dalam sekejap. Kylian Mbappe tetap menjadi monster lini depan yang mematikan, didukung oleh Michael Olise yang tampil luar biasa sebagai raja assist turnamen. Jika Aurelien Tchouameni mampu menjaga kestabilan lini tengah, Prancis adalah calon kuat pengangkat trofi pada 19 Juli mendatang.
“Prancis memegang predikat sebagai tim paling berbakat di turnamen ini. Mereka membuktikannya lewat performa di lapangan, di mana mereka mampu mengubah ritme permainan secara instan dan membombardir pertahanan lawan lewat agresivitas Kylian Mbappe dan Michael Olise.”
