ONESPORTS.ID – Menjadi turnamen dengan skala terbesar sepanjang sejarah, Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada membawa tantangan baru yang tidak bisa dianggap remeh: perjalanan udara yang sangat menguras tenaga. Edisi kali ini untuk pertama kalinya menampilkan 48 tim yang bermain di puluhan stadion berstandar FIFA yang tersebar luas di penjuru Amerika Utara.
Selama babak penyisihan grup, FIFA merancang jadwal agar tim-tim tetap berada di satu wilayah geografis yang berdekatan. Namun, saat turnamen memasuki fase gugur yang tidak dapat diprediksi, situasi berubah drastis. Bergantung pada hasil pertandingan, beberapa tim mungkin harus menghabiskan lebih banyak waktu di atas pesawat dibandingkan tim lainnya demi menembus partai final di MetLife Stadium, New Jersey.
Berikut adalah rincian jarak tempuh perjalanan paling melelahkan yang dijadwalkan pada fase gugur Piala Dunia 2026.
Rincian Jarak Tempuh Ekstrem di Fase Gugur
Tujuan lokasi pertandingan untuk setiap babak di Piala Dunia 2026 telah ditentukan sejak awal, terlepas dari tim mana yang akan bermain di sana. Berdasarkan data yang dirilis, berikut adalah penerbangan terjauh yang harus dihadapi pada tiap babak:
- Babak 16 Besar: Penerbangan terjauh akan dialami oleh pemenang laga Babak 32 Besar antara Kolombia vs Ghana yang digelar di Kansas City. Pemenang laga tersebut harus menempuh jarak sejauh 1.572 mil menuju Vancouver untuk menghadapi Swiss atau Aljazair. Selain itu, pemenang Brasil vs Jepang harus terbang sejauh 1.423 mil ke New York untuk menghadapi pemenang laga Pantai Gading vs Norwegia (yang juga terbang 1.385 mil dari Dallas).
- Perempat Final: Penerbangan tim terjauh di seluruh fase gugur akan dialami oleh pemenang Laga No. 90 di babak 16 besar. Pemenangnya (bisa Kanada, Maroko, atau Belanda) harus naik pesawat dari Houston menuju Boston dengan jarak tempuh 1.592 mil. Perjalanan ekstrem lainnya adalah rute Vancouver ke Kansas City sejauh 1.572 mil.
- Semifinal: Saat turnamen mencapai babak empat besar, tim-tim akan berkumpul di dua kota: Dallas dan Atlanta. Salah satu pemenang akan melakukan penerbangan dari Boston ke Dallas yang berjarak 1.549 mil, sementara pemenang dari Los Angeles akan terbang sejauh 1.224 mil ke Dallas. Beberapa tim unggulan yang berada di bagan Dallas ini meliputi Jerman, Spanyol, dan Belanda.
- Final: Sebagai penutup, salah satu tim finalis harus terbang dari Dallas menuju MetLife Stadium di New York/New Jersey dengan jarak 1.385 mil, sebuah tantangan kebugaran terakhir sebelum laga puncak.
Tim dengan Jarak Tempuh Terjauh di Fase Grup
Meski FIFA berusaha menjaga lokasi tim di fase grup agar tetap berdekatan, beberapa negara tetap harus mencatatkan jarak terbang yang fantastis. Bosnia dan Herzegovina, yang bermain di Toronto, Los Angeles, dan Seattle, menjadi tim dengan rekor perjalanan terjauh selama fase grup.
Berikut adalah daftar lima tim dengan jarak perjalanan terjauh di babak penyisihan grup Piala Dunia 2026:
| Tim | Jarak Tempuh Fase Grup (Mil) |
| Bosnia dan Herzegovina | 3.144 |
| Aljazair | 2.972 |
| Republik Ceko | 2.811 |
| Afrika Selatan | 2.440 |
| RD Kongo | 2.270 |
Kelelahan akibat perjalanan panjang ini tentu akan menjadi faktor X yang menentukan kekuatan mental dan fisik skuad dalam memperebutkan trofi paling bergengsi sejagat tersebut.
“Penerbangan terpanjang di seluruh fase gugur akan dialami oleh pemenang Laga No. 90. Tim tersebut harus melakukan perjalanan udara dari Houston menuju Boston dengan jarak tempuh fantastis, yakni 1.592 mil.”
