LAMPUNG, OneSportsID – Puasa kemenangan memang menyiksa, namun cara Bhayangkara Presisi Lampung FC berbuka puasa sukses bikin gemuruh stadion.
Setelah menderita paceklik tripoin di tiga laga beruntun, skuad berjuluk The Guardian ini mengamuk dan menciptakan comeback sensasional 3-1 saat meladeni perlawanan sengit Madura United FC.
Sorotan utama di atas lapangan mutlak tertuju pada satu nama: Moussa Sidibe. Bintang asal Mali bernomor punggung 17 ini tampil seolah menjadi motor penggerak utama yang mengacak-acak barisan pertahanan Laskar Sape Kerrab.
Aktor Sentral di Balik Comeback Dramatis
Pertandingan ini sejatinya diawali dengan mimpi buruk bagi kubu Bhayangkara FC setelah mereka dipaksa tertinggal lebih dulu di babak pertama.
Namun, mental baja para pemain berbicara. Sidibe menjadi konduktor kebangkitan tim lewat sebuah assist matang yang sukses dieksekusi menjadi gol penyeimbang oleh Ryo Matsumura.
Seolah belum puas hanya bertugas sebagai pelayan, Sidibe akhirnya mencatatkan namanya sendiri di papan skor pada menit ke-87.
Gol telat tersebut sukses mengunci kemenangan meyakinkan 3-1 sekaligus menahbiskannya sebagai peraih trofi Man of the Match (Pemain Terbaik).
Menolak “One Man Show”, Pilih Ilmu Padi
Dengan statistik sementereng itu, sangat wajar jika seorang pemain merasa di atas angin dan membusungkan dada.
Namun, Sidibe justru mempraktikkan “ilmu padi”—makin berisi makin merunduk. Ia menolak keras anggapan bahwa kemenangan telak ini adalah pertunjukan teater tunggal alias One Man Show.
“Pertama-tama, terima kasih kepada Tuhan atas kemenangan ini. Benar bahwa kami telah menjalani tiga pertandingan tanpa kemenangan, dan sekarang adalah giliran kami untuk bangkit,” tegas Sidibe membumi, menepis ego individunya.
Bagi Sidibe, mencetak gol dan assist hanyalah bonus dari deskripsi pekerjaannya di atas rumput hijau. Fokus utamanya murni sebagai roda penggerak taktik pelatih.
“Seperti yang selalu saya katakan, ini adalah pekerjaan kolektif seluruh tim. Jika saya bisa membantu dengan gol dan assist, tentu itu lebih baik lagi,” tuturnya.
Misi Sapu Bersih Menuju Garis Finis
Suntikan tiga poin yang sangat krusial ini praktis mendongkrak moral skuad Bhayangkara FC. Saat ini, mereka bercokol di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 50 poin yang solid.
Meski begitu, kompetisi belum menemui titik akhir. Masih ada dua laga pamungkas yang harus dilalui, di mana salah satunya adalah duel berat menghadapi PSBS Biak.
Sidibe memastikan armada The Guardian akan menginjak pedal gas dalam-dalam demi menyegel posisi setinggi mungkin.
“Kami memiliki dua pertandingan tersisa untuk menyelesaikan liga. Kami mencoba untuk finis setinggi mungkin di klasemen.
Jadi, setelah pertandingan melawan Biak nanti, kami akan tahu secara pasti di mana posisi akhir kami berada,” pungkas sang Man of the Match dengan mata tertuju pada target maksimal.


