MADRID, OneSportsID – Kursi pelatih Real Madrid kembali memanas seiring munculnya spekulasi kembalinya “Sang Spesialis”, Jose Mourinho. Kabar ini pun disambut baik oleh mantan bintang Los Blancos, Eden Hazard, yang menilai kehadiran Mourinho adalah jawaban tepat bagi krisis trofi yang sedang dialami klub raksasa Spanyol tersebut.
Real Madrid memang sedang berada dalam periode sulit setelah dua musim berturut-turut gagal merengkuh gelar juara mayor. Kekalahan dari Barcelona di kancah domestik serta kegagalan menembus partai puncak Liga Champions memicu rumor bahwa Florentino Perez telah menjalin kontak langsung dengan Mourinho untuk mengambil alih kendali skuad musim depan.
Hazard: Mourinho Salah Satu yang Terbaik
Dukungan untuk Mourinho datang langsung dari Eden Hazard. Meski masa pengabdiannya di Madrid pada 2019-2023 lebih banyak diwarnai cedera, Hazard yang pernah bekerja sama dengan Mourinho di Chelsea tahu betul kualitas juru taktik asal Portugal tersebut.
“Saya suka dengan ide itu (kembalinya Mourinho). Saya pernah dilatih olehnya, dan bagi saya dia adalah salah satu pelatih terbaik di dunia dalam 20 tahun terakhir,” ungkap Hazard kepada ESPN.
Kehadiran Mourinho dinilai krusial untuk membenahi internal tim. Isu keretakan di ruang ganti yang melibatkan pemain bintang seperti Kylian Mbappe dkk diyakini hanya bisa diredam oleh karakter kuat dan tegas seperti yang dimiliki Mourinho.
Realitas Sukses yang Tak Instan
Meski sangat mendukung, Hazard memberikan catatan realistis. Menurutnya, membawa Real Madrid kembali ke jalur juara tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tantangan besar sudah menanti, termasuk jadwal Piala Dunia yang padat serta kebutuhan evaluasi skuad di jendela transfer.
“Semusim itu panjang, sembilan bulan lebih. Apalagi di depan mata ada Piala Dunia yang bisa mempengaruhi kondisi fisik pemain, serta kemungkinan Madrid belanja pemain baru lagi,” jelas Hazard.
Ia meminta publik untuk memberikan ruang bagi Mourinho bekerja jika kesepakatan tersebut benar-benar terwujud. “Biarkan nanti Mourinho bekerja. Barulah setelahnya kita tahu apa yang sebenarnya terjadi di Madrid setelah dua musim tanpa trofi ini,” tambahnya.
Nostalgia Masa Jaya 2010-2013
Jose Mourinho bukanlah sosok asing bagi publik Santiago Bernabeu. Pada masa bakti pertamanya (2010-2013), ia sukses mematahkan dominasi Barcelona era Pep Guardiola dengan menyapu bersih seluruh titel domestik, termasuk gelar LaLiga dengan rekor poin.
Walau mendapatkan dukungan dari Hazard dan Presiden Perez, kembalinya Mourinho kabarnya sempat ditolak oleh mantan kapten legendaris Iker Casillas. Namun, dengan kondisi Madrid yang sedang “haus” akan kejayaan, profil Mourinho sebagai pemenang yang haus gelar nampaknya sulit untuk diabaikan begitu saja oleh manajemen klub. Apakah takdir akan membawa The Special One kembali ke Madrid? Kita tunggu saja manuver Perez selanjutnya.


