JAKARTA, OneSportsID – Awan mendung yang menyelimuti kamp Persija Jakarta usai hasil minor di pekan krusial perlahan mulai disingkirkan.
Di pengujung musim BRI Super League 2025/26, gelandang andalan Macan Kemayoran, Fabio Calonego, tampil ke depan untuk meniupkan kembali api semangat juang tim yang tak pernah padam.
Kekalahan menyakitkan dari sang rival abadi, Persib, diakui Calonego meninggalkan rasa pedih yang mendalam bagi seluruh penggawa dan the Jakmania.
Namun, ia menjadikan kekecewaan tersebut sebagai cambuk motivasi untuk menatap dua laga tersisa, yakni menghadapi Persik (16/5) dan Semen Padang FC (23/5).
Calonego menyadari ekspektasi besar yang dibebankan di pundak para pemain. Menurutnya, kesedihan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena satu hasil buruk di lapangan tidak lantas menghapus jati diri sebuah tim besar.
“Yang benar-benar mendefinisikan kita adalah kerja keras setiap hari dan yang paling penting karakter yang kita miliki,” ujar Fabio Calonego.
Ia menambahkan bahwa rasa sakit yang dialami tim adalah hal yang wajar dan manusiawi. “Rasa sakit itu memang seharusnya ada. Karena hanya mereka yang benar-benar peduli yang bisa merasakannya.
Tetapi klub besar tidak hanya dikenang karena trofi yang mereka angkat, melainkan juga karena bagaimana mereka bangkit setelah jatuh,” tegasnya.
Bagi Calonego, momen ini adalah waktu yang paling tepat bagi seluruh elemen tim untuk kembali menegakkan kepala. Proses panjang yang telah dilalui skuad asuhan pelatih Persija sepanjang musim ini dinilai tetap memiliki banyak nilai positif yang bisa menjadi fondasi kuat untuk musim depan.
Evaluasi secara jujur memang mutlak diperlukan, namun tanpa harus menggerus keyakinan terhadap kualitas skuad yang ada.
Perjuangan Persija belumlah usai. Dua pertandingan pamungkas harus dijadikan panggung penebusan untuk menutup musim dengan harga diri dan memberikan kebanggaan bagi suporter setia, the Jakmania.
“Tujuan terbesar klub masih sangat dekat. Belajar dari kesalahan, meningkatkan apa yang sudah baik, lalu gelar akan semakin dekat dari sebelumnya.
Kami akan tetap berdiri tegak, bekerja dalam diam, dan menghormati seragam Persija hingga akhir,” pungkas Calonego.
Pernyataan heroik dari sang gelandang menjadi cerminan bahwa mentalitas petarung masih menyala terang di ruang ganti Persija. Di tengah gelombang tekanan, skuad Macan Kemayoran siap memberikan segalanya di sisa laga musim ini.


