Akhiri Kutukan 28 Tahun, Skotlandia Kembali Menatap Panggung Piala Dunia

Timnas Skotlandia kembali ke Piala Dunia 2026 setelah 28 tahun absen. Simak perjalanan dramatis kualifikasi, rekor pemain, dan sejarah Tartan Army di panggung dunia.

- Advertisement -

Poin Utama:

  • Skotlandia berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 secara dramatis berkat kemenangan 4-2 atas Denmark dengan dua gol penentu di masa injury time.
  • Kelolosan ini resmi mengakhiri masa paceklik panjang selama hampir tiga dekade (28 tahun), setelah partisipasi terakhir mereka pada edisi Prancis 1998.
  • Pelatih Steve Clarke mencetak sejarah sebagai manajer pertama yang sukses membawa Skotlandia lolos ke tiga putaran final turnamen mayor.
  • Sepanjang sejarah partisipasinya (9 edisi), Skotlandia belum pernah berhasil melewati rintangan fase grup, termasuk saat tampil tak terkalahkan pada edisi 1974.
  • Di Piala Dunia 2026, Skotlandia akan memulai perjalanannya pada 13 Juni melawan Haiti, disusul Maroko dan ujian berat menghadapi Brasil.

Antara tahun 1970-an hingga 1990-an, Skotlandia merupakan salah satu negara langganan yang selalu mewarnai ajang Piala Dunia FIFA. Lolos pada enam dari tujuh edisi dalam kurun waktu tersebut menjadi bukti kejayaan Tartan Army. Namun, setelah tahun 1998, bayang-bayang kegagalan terus menghantui, memaksa mereka absen dalam enam edisi beruntun.

Absennya yang menyakitkan dari panggung tertinggi sepak bola dunia itu—yang berlangsung selama 28 tahun—akhirnya berakhir pada 18 November 2025 lalu. Skotlandia mengamankan tiket ke Amerika Utara melalui kemenangan spektakuler dan sangat dramatis 4-2 atas Denmark, mencatatkan kebangkitan yang tak terlupakan bagi para pendukungnya.

- Advertisement -

Kini, Skotlandia bertekad menebus waktu yang hilang dan menargetkan sejarah baru: mencapai fase gugur untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.

Tangan Dingin Steve Clarke

Sosok di balik kebangkitan ini adalah sang pelatih, Steve Clarke. Terkenal dengan ekspresinya yang datar dan wajah tanpa emosi, pelatih pragmatis ini justru menjadi alasan utama para pendukung Skotlandia kembali bisa tersenyum lebar.

- Advertisement -

Putaran final global 2026 akan menjadi turnamen besar ketiga yang dipimpin oleh Clarke. Rekor ini menempatkannya sebagai manajer paling sukses dalam sejarah Skotlandia, mengingat sebelum eranya, timnas sempat absen selama 23 tahun tanpa satu pun penampilan di Piala Dunia maupun EURO. Clarke membangun kesuksesannya melalui gaya permainan pragmatis dan loyalitas tinggi terhadap inti skuad yang ia percayai.

Jalan Berliku Menuju Piala Dunia 2026

Jalan kembali menuju Piala Dunia tidaklah mulus. Perjuangan dimulai dengan hasil imbang tanpa gol yang penuh kerja keras saat bertandang ke markas Denmark. Setelah itu, Skotlandia kerap tampil inkonsisten, termasuk meraih kemenangan yang tidak meyakinkan atas Yunani dan Belarusia yang sempat menuai cemoohan dari pendukung sendiri.

Harapan seolah sirna ketika mereka tertinggal 3-0 di Athena, sementara Denmark diyakini bakal dengan mudah mengalahkan Belarusia. Namun, kejutan terjadi. Belarusia secara tak terduga mampu menahan imbang Denmark di Kopenhagen, membuka jalan bagi laga penentuan nasib yang epik.

Dalam laga pamungkas tersebut, gol-gol dari Scott McTominay, Lawrence Shankland, Kieran Tierney, dan Kenny McLean—dengan dua gol tercipta di injury time—sukses mengamankan tempat mereka di putaran final dengan cara yang begitu teatrikal.

Berikut jadwal pertandingan Skotlandia di Grup Piala Dunia 2026:

- Advertisement -
  • 13 Juni 2026: Haiti vs Skotlandia (Boston Stadium)
  • 19 Juni 2026: Skotlandia vs Maroko (Boston Stadium)
  • 24 Juni 2026: Skotlandia vs Brasil (Miami Stadium)

Menengok Sejarah dan Rekor Tartan Army

Sejarah panjang Skotlandia di Piala Dunia dipenuhi dengan momen manis sekaligus pahit. Dengan rekor keseluruhan bermain 23 kali (4 Menang, 7 Seri, 12 Kalah), penampilan terbaik mereka paradoksnya terjadi pada 1974. Mengandalkan legenda seperti Kenny Dalglish dan Billy Bremner, Skotlandia menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan di turnamen tersebut. Sialnya, mereka tetap gagal lolos dari fase grup akibat kalah selisih satu gol.

Sebaliknya, momen Piala Dunia pertama mereka pada Swiss 1954 adalah mimpi buruk. Persiapan amatir—termasuk hanya membawa 12 pemain non-kiper dan mengenakan kaus wol tebal di musim panas yang terik—berujung pada kekalahan memalukan 7-0 dari Uruguay, yang menjadi rekor kekalahan terbesar mereka hingga hari ini.

Untuk urusan rekor individu, kiper Jim Leighton masih memegang rekor penampilan terbanyak dengan 9 caps di Piala Dunia (1986, 1990, 1998). Sementara itu, predikat top skor sepanjang masa masih dipegang oleh penyerang legendaris Joe Jordan. Sosok yang dijuluki ‘Jaws’ tersebut berhasil mencetak empat gol, menjadikannya pemain Britania pertama yang mampu mencetak gol di tiga edisi Piala Dunia berbeda (1974, 1978, dan 1982).

Kini, dengan skuad generasi baru, mampukah Skotlandia asuhan Steve Clarke menghapus memori pahit fase grup dan melangkah lebih jauh di Amerika Utara? Panggung telah siap menanti aksi mereka.

- Advertisement -

Mingguan

Kasus Manchester City: Terbukti Langgar FFP, Ini Nasib Bandingnya!

Manchester City terbukti bersalah atas 100+ pelanggaran finansial Premier League. Simak temuan kontrak fiktif, kesaksian palsu, dan jadwal banding di sini.

Enzo Maresca Klaim Luis Enrique Akui PSG Menang Beruntung Atas Man City!

Manajer Man City, Enzo Maresca, menyebut Luis Enrique mengakui PSG dinaungi keberuntungan usai menang 4-2 di Etihad. Haaland cetak brace tapi gagal selamatkan tim.

Hasil Al Nassr vs Neftchi Fergana 3-1: Gol Voli Ronaldo Bawa Kemenangan!

Hasil Al Nassr vs Neftchi Fergana berakhir 3-1. Gol tendangan voli Cristiano Ronaldo dan satu kartu merah tim tamu warnai raihan tiga poin The Global Club.

Daftar Top Skor Liga Champions: Haaland, Demirovic, & Tresoldi Kuasai Puncak!

Update daftar top skor Liga Champions usai matchday 2. Erling Haaland memimpin persaingan dengan koleksi empat gol bersama Demirovic dan Tresoldi.

Berita Terkait

FIFA Evaluasi Peace Prize Donald Trump: Terancam Dicabut Des...

Dewan FIFA tengah mengevaluasi kelanjutan penghargaan FIFA Peace Prize yang diberikan kepada Donald Trump. Keputusan final akan ditentukan di Doha pada Desember 2026.

Eks Presiden Barcelona Joan Gaspart Minta Maaf ke Lionel Mes...

Mantan Presiden Barcelona, Joan Gaspart, secara terbuka meminta maaf setelah melontarkan kritik tajam kepada Lionel Messi terkait rencana laga perpisahan.

Antonio Conte Buka Pintu Latih MU, Posisi Michael Carrick Te...

Manchester United terpuruk di awal musim dengan enam poin dari enam laga. Antonio Conte dilaporkan siap mengambil alih kursi manajer jika Michael Carrick dipecat.

Gianni Infantino Minta Maaf Atas Kegagalan Proyek FFE Jelang...

Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara resmi meminta maaf kepada Dewan FIFA terkait kontroversi proyek FFE. Rencana ini dibatalkan secara permanen.

Power Rankings Liga Champions: Barcelona & Arsenal Punca...

Rilis terbaru Power Rankings Liga Champions pasca matchday kedua. Barcelona dan Arsenal memimpin daftar, disusul sang juara bertahan PSG di posisi ketiga.

Jelang Pemilu, Gianni Infantino Rilis Rencana Distribusi Dan...

Presiden FIFA Gianni Infantino berencana mendistribusikan dana cadangan senilai USD 6 miliar kepada seluruh asosiasi anggota untuk periode 2027-2030.

Trending

Jelang LoL Worlds 2026 NA: Rekor Win Rate Hans Sam...

Para pro player mulai berlatih di Solo Queue jelang LoL Worlds 2026 Amerika Utara. Hans Sama catat 100% win rate, namun akun Faker dan Chovy masih jadi misteri.

Prediksi Atletico vs MU: Superkomputer Opta Jagoka...

Prediksi laga Liga Champions Atletico vs MU berdasarkan simulasi superkomputer Opta. Tuan rumah lebih diunggulkan dengan probabilitas kemenangan 46 persen.

Kasus Manchester City: Terbukti Langgar FFP, Ini N...

Manchester City terbukti bersalah atas 100+ pelanggaran finansial Premier League. Simak temuan kontrak fiktif, kesaksian palsu, dan jadwal banding di sini.

Kontroversi Cristiano Ronaldo Nodai Momen Haru Pen...

Momen bersejarah pensiun Lionel Messi dari Argentina dirusak oleh kontroversi Cristiano Ronaldo yang ngambek dan tinggalkan skuad Portugal. Simak faktanya!