TEBING TINGGI, OneSports – Insiden berdarah yang merenggut nyawa seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial N br. G di Perumahan BTN, Kelurahan Bulian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi pada Selasa (14/4/2026) malam akhirnya mulai menemui titik terang terkait motifnya.
Korban tewas secara tragis usai ditikam oleh tetangganya sendiri yang berinisial R. Berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), peristiwa mengerikan ini diduga kuat dipicu oleh ketersinggungan akibat sebuah unggahan bernada sindiran di media sosial.
Cekcok Mulut Berujung Penikaman
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB di halaman rumah salah seorang warga tersebut awalnya hanya berupa adu mulut antara korban N dengan pelaku R. Suara keributan yang semakin memanas sontak memancing perhatian dan membuat warga sekitar berkumpul di lokasi.
Di tengah situasi yang riuh dan emosi yang memuncak, pelaku R tiba-tiba mengeluarkan sebilah pisau dan langsung menyerang korban secara membabi buta. Pelaku menusukkan senjata tajam tersebut tepat ke bagian perut sebelah kiri korban, yang seketika membuat korban ambruk dan mengalami pendarahan parah.
Korban Kehabisan Darah
Melihat kejadian yang berlangsung sangat cepat tersebut, warga setempat langsung panik dan bergegas memberikan pertolongan. Korban segera dievakuasi menuju RS Bhayangkara di Jalan Pahlawan untuk mendapatkan penanganan darurat. Nahas, nyawa korban tak lagi dapat diselamatkan. Korban menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit diduga akibat kehabisan terlalu banyak darah.
Aparat kepolisian dari Mapolsek Tebing Tinggi Kota yang menerima laporan dari warga langsung turun ke lapangan. Bersama dengan Babinsa setempat, polisi langsung mengamankan lokasi dan melakukan olah TKP.
Kesaksian Warga soal Motif Medsos
Dalam penyelidikan awal di lokasi kejadian, sejumlah warga mengungkapkan bahwa benih konflik antara keduanya berasal dari dunia maya.
“Infonya sih soal postingan di medsos, pelaku tersinggung dengan unggahan tersebut,” ungkap Imanuel, salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi mata di lokasi. Langkah ini dilakukan untuk menguatkan bukti serta memastikan motif pasti di balik aksi penikaman keji yang merenggut nyawa tersebut.
Kasus ini kembali menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas akan pentingnya bersikap bijak dan menjaga etika dalam menggunakan media sosial, agar konflik di dunia maya tidak berujung pada tragedi fatal di dunia nyata.
