Perpisahan Pahit, Mohamed Salah Gagal Selamatkan Liverpool dari PSG di UCL

- Advertisement -

LIVERPOOL, OneSports – Perjalanan panjang Liverpool di panggung Liga Champions musim 2025/2026 harus berakhir dengan cara yang tragis.

Kekalahan pahit ini sekaligus menjadi penutup yang menyedihkan bagi sang legenda hidup klub, Mohamed Salah.

Berupaya keras mengejar ketertinggalan agregat dua gol dari leg pertama, The Reds justru kembali dipermalukan saat menjamu Paris Saint-Germain (PSG) di Anfield pada Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.

Tampil dominan sejak peluit babak pertama dibunyikan, pasukan Arne Slot gagal mengonversi banyaknya peluang menjadi gol.

Padahal, Liverpool tercatat melepaskan hingga 21 attempts dengan lima di antaranya mengarah tepat ke gawang ( on goal).

Alih-alih mencetak gol, jala gawang Liverpool justru kembali robek. PSG sukses pulang dengan senyum lebar berkat kemenangan 2-0 lewat sepasang gol Ousmane Dembele di babak kedua.

Musim Tanpa Trofi dan Perpisahan Bintang

Dengan hasil ini, Liverpool kalah agregat telak 0-4 dan dipastikan akan menuntaskan musim ini dengan tangan hampa tanpa satu pun trofi.

- Advertisement -

Skenario antiklimaks ini tentu bukan akhir cerita yang diidamkan, terutama bagi para pemain top yang santer dikabarkan akan hengkang pada bursa transfer musim panas nanti, seperti Mohamed Salah dan Andrew Robertson.

Nasib Salah di laga ini pun seolah menjadi gambaran redupnya performa sang pemain musim ini. Memulai laga dari bangku cadangan, winger asal Mesir tersebut baru diturunkan pada menit ke-31 untuk menggantikan Hugo Ekitike yang ditarik keluar akibat cedera.

Sayangnya, selama 59 menit merumput, Salah tidak mampu melepaskan satu pun tembakan ke gawang PSG.

Ia hanya tercatat mengkreasikan empat peluang untuk rekannya dan menyentuh bola sebanyak 14 kali, yang kesemuanya terjadi di dalam kotak penalti lawan.

Statistik Menurun Sang Raja Mesir

Catatan minor di laga penentu ini semakin mempertegas fakta bahwa performa Salah telah mengalami penurunan drastis.

Sepanjang musim ini, ia baru membukukan 11 gol dan sembilan assist di seluruh kompetisi—sebuah angka yang menandai musim terburuknya selama berseragam The Reds.

Padahal, jika melihat rekam jejaknya, Salah adalah sosok raksasa di Liga Champions. Ia memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub di kompetisi elite Eropa tersebut dengan torehan 47 gol dan 20 assist dari 83 laga.

Ia juga menjadi aktor penting yang mengantarkan Liverpool menembus tiga partai final UCL, di mana salah satunya berbuah gelar juara pada edisi 2019.

Namun, magis sang Raja Mesir seolah sirna musim ini. Ia hanya mampu mencetak tiga gol dan dua assist dari 10 penampilannya di Eropa, termasuk satu momen kelam saat ia gagal mengeksekusi penalti krusial ketika bertemu Galatasaray. Sebuah salam perpisahan yang terasa sangat menyayat hati bagi publik Anfield.

- Advertisement -

Latest News

Kasus Kekerasan Remaja di Langsa Terungkap, Orang Tua Ditang...

Seorang remaja 16 tahun di Langsa menjadi korban kekerasan oleh orang tuanya. Pelaku berinisial SB resmi ditangkap polisi usai korban diselamatkan.
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -