Modus Cari Rumah Sewa, Pasutri di Marindal Babak Belur Diamuk Massa

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -

DELISERDANG – Aksi kriminalitas dengan modus operandi yang terbilang nekat terjadi di kawasan Jalan Purwo, Gang Anyelir, Marindal, Sumatera Utara.

Sepasang suami istri (pasutri) yang membawa serta anak gadisnya nyaris tewas diamuk warga setelah kedapatan mencuri barang berharga dari sebuah rumah dengan modus berpura-pura mencari rumah kontrakan.

Peristiwa awal bermula pada Selasa (31/3/2026). Ketiga pelaku mendatangi rumah korban dengan alasan sedang mencari rumah sewa.

Pemilik rumah yang tidak menaruh curiga kemudian menyerahkan kunci rumah tersebut kepada pelaku dan pamit sejenak untuk kembali menjaga tokonya.

Nahas, kepercayaan tersebut dimanfaatkan oleh para pelaku untuk melancarkan niat jahatnya. Saat pemilik rumah kembali, ia mendapati rumah kontrakannya sudah terkunci dari dalam.

Merasa ada yang janggal, korban akhirnya membuka paksa pintu tersebut. Betapa terkejutnya korban saat melihat sejumlah instalasi listrik dan mesin pompa air telah raib digondol oleh komplotan keluarga tersebut.

Jejak Pelaku Terendus Lewat Media Sosial

- Advertisement -

Tidak tinggal diam, pemilik rumah yang menjadi korban langsung membeberkan kronologi dan ciri-ciri para pelaku melalui unggahan di media sosial Facebook.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, seorang warga mengenali wajah para pelaku berdasarkan ciri-ciri yang disebar di dunia maya.

Informasi dari warga menyebutkan bahwa ketiga pelaku sedang berada di lokasi lain, tepatnya di kawasan Jalan Sari, Gang Teratai 9B, Marindal. Berdasarkan laporan warga, komplotan pasutri tersebut sedang mencoba melancarkan modus yang sama persis, yakni mencari rumah sewa.

Mendapat informasi berharga tersebut, korban langsung bergegas menuju lokasi.

Saat dikonfrontasi oleh korban, para pelaku bersikeras tidak mengakui perbuatannya dan langsung mencoba melarikan diri menggunakan kendaraan becak motor.

Aksi Kejar-kejaran dan Amuk Massa

Aksi pelarian tersebut memicu kejar-kejaran dramatis. Dalam upaya meloloskan diri, pelaku bahkan bertindak nekat dengan melemparkan besi ke arah warga yang mengejar mereka.

Tindakan berbahaya tersebut membuat warga sekitar semakin geram dan beramai-ramai ikut mengejar komplotan ini hingga mengarah ke rute Jalan Patumbak.

Pelarian keluarga ini akhirnya terhenti setelah mereka berusaha bersembunyi di belakang rumah salah seorang warga. Massa yang sudah emosi langsung mengepung dan mengamankan ketiganya.

Dalam insiden tersebut, sang suami yang diduga sebagai dalang pencurian menjadi sasaran amukan massa yang marah hingga mengalami luka serius di sekujur tubuhnya.

- Advertisement -

Saat diinterogasi secara paksa di lokasi kejadian, sang istri awalnya terus berkelit dan mengelak.

Namun, pertahanan mereka runtuh setelah anak gadis yang ikut bersama mereka akhirnya menangis dan mengakui perbuatan pencurian tersebut.

Diserahkan ke Pihak Berwajib

Menghindari aksi main hakim sendiri yang lebih fatal, pihak kepolisian yang menerima laporan terkait keributan tersebut langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas dengan sigap mengamankan para pelaku dari amukan warga yang masih berkerumun.

Saat ini, pihak korban telah membuat laporan resmi ke kepolisian guna proses hukum lebih lanjut. Kasus ini kini sepenuhnya berada dalam penanganan pihak berwajib.

Pihak kepolisian juga memberikan imbauan tegas kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap modus kejahatan serupa, dan segera melapor kepada aparat desa atau kepolisian jika menemukan aktivitas maupun orang asing yang mencurigakan di lingkungan mereka.

- Advertisement -
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest News

Gugur di FA Cup, Ini Catatan 10 Laga Terakhir Liverpool yang...

LIVERPOOL – Langkah Liverpool di ajang piala domestik resmi terhenti. Skuad The Reds harus mengakhiri perjalanannya di pentas FA Cup usai d...
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -