RIYADH, OneSportsID – Lemari trofi Cristiano Ronaldo mungkin sudah sesak dengan lima bola emas Ballon d’Or, piala Liga Champions, hingga mahkota Piala Eropa. Namun, ada satu kepingan yang masih membuat penasaran sang mega-bintang sejak mendarat di Jazirah Arab pada 2023 silam: trofi juara Saudi Pro League (SPL).
Mimpi untuk menyegel gelar perdana tersebut sejatinya nyaris terwujud pada Selasa sore waktu setempat. Nahas, sebuah insiden komedi tragis di detik-detik akhir pertandingan memaksa Ronaldo dan armada Al-Nassr gigit jari dan menunda pesta perayaan mereka.
Petaka Menit Akhir Bernama Bento
Dalam laga krusial menghadapi sang rival abadi sekaligus penantang gelar, Al-Hilal, Al-Nassr sudah tampil di atas angin. Bermain di hadapan pendukungnya sendiri, The Knights of Najd sukses mempertahankan keunggulan satu gol hingga memasuki masa injury time yang berdarah-darah.
Kemenangan seolah sudah di depan mata. Namun, petaka justru datang dari blunder fatal kiper mereka sendiri.
Berawal dari skema lemparan ke dalam jarak jauh yang dilepaskan bek Al-Hilal, Ali Lajami, bola melambung tinggi ke area kotak penalti. Alih-alih mengamankan situasi, kiper Al-Nassr asal Brasil, Bento, melakukan kesalahan perhitungan yang epik. Niat hati ingin meninju atau menepis bola menjauh, si kulit bundar justru terlepas dari tangannya, memantul ke belakang, dan bersarang mulus ke dalam gawang sendiri.
Reaksi Frustrasi CR7 di Bangku Cadangan
Ronaldo yang sebelumnya sudah ditarik keluar dan tengah mengamati jalannya menit-menit krusial dari bangku cadangan tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Pemain berusia 41 tahun tersebut tertangkap kamera tampak speechless, kebingungan, dan hanya bisa menatap nanar ke arah lapangan saat peluit panjang tanda laga usai dibunyikan dengan skor imbang.
Wajar jika CR7 merasa frustrasi. Sepanjang kampanye musim 2025/2026 ini, ia telah menjadi tulang punggung utama tim dengan gelontoran 26 gol, menjadikannya pencetak gol terbanyak ketiga di liga.
Peluang Juara Masih Terbuka Lebar
Meski kemenangan yang sudah di depan mata dirampok oleh kesalahan sendiri, harapan Al-Nassr untuk memutus dominasi Al-Hilal belum sepenuhnya tertutup.
Secara hitung-hitungan klasemen, Al-Nassr masih kokoh di puncak dengan koleksi 83 poin dari 33 pertandingan, memegang keunggulan lima poin atas Al-Hilal yang baru mengumpulkan 78 poin (dengan tabungan satu laga sisa).
Artinya, nasib juara masih berada di tangan Ronaldo dan kawan-kawan. Jika skuad asuhan Luis Castro ini sanggup menyapu bersih kemenangan di laga berikutnya, termasuk saat menjamu Damac pada 20 Mei mendatang, maka penantian panjang mereka sejak 2019 untuk kembali merajai Saudi Pro League akan terbayar lunas.


