MADRID, OneSportsID – Ketika sang Godfather Real Madrid turun gunung dan menggelar jumpa pers dadakan, bisa dipastikan ada masalah serius yang sedang mengancam “kerajaannya”. Itulah yang baru saja dilakukan Florentino Perez pada Selasa (12/5/2026).
Untuk pertama kalinya sejak tahun 2015 silam, pria berusia 79 tahun itu tampil penuh amarah di hadapan media demi menangkis rentetan serangan politik yang mencoba menggulingkannya dari takhta Los Blancos.
Dua musim terakhir tanpa raihan trofi mayor memang membuat posisi Perez berada di ujung tanduk. Namun, alih-alih melempar handuk putih, El Presidente justru mengibarkan bendera perang terhadap pihak-pihak yang mencoba melakukan kudeta secara pengecut.
Tertawakan Rumor Kanker Stadium Akhir
Senjata paling kotor yang digunakan oposisi untuk mendongkel Perez adalah menyebarkan berita bohong mengenai kondisi kesehatannya. Belakangan, santer beredar kabar bahwa Perez sedang sekarat karena mengidap kanker stadium akhir.
Menanggapi hal ini, Perez merespons dengan penuh sarkasme. Ia menegaskan bahwa fisiknya masih sangat prima untuk memimpin dua “raksasa” sekaligus: Real Madrid dan Grupo ACS, perusahaan raksasa konstruksi miliknya.
“Beberapa orang bilang saya mengidap kanker stadium akhir. Dengar, saya ini presiden perusahaan terdepan di bidang infrastruktur dengan 170 ribu karyawan dan omzet 50 miliar Euro per tahun. Kesehatan saya sempurna!” tembak Perez membungkam para pembencinya, sebagaimana dilansir The Athletic.
Logika sederhananya, jika ia memang sakit parah dan rutin ke pusat onkologi, paparazi Spanyol pasti sudah membocorkan fotonya sejak lama.
Tantangan Terbuka Lewat Pemilihan Ulang
Tak hanya sekadar memberikan klarifikasi medis, Perez juga menantang langsung barisan sakit hati yang mencoba menggusurnya dari kursi presiden. Sejak periode keduanya dimulai pada 2009, Perez memang selalu melenggang mulus sebagai calon tunggal, termasuk pada pemilihan terakhir tahun 2025.
Kini, ia siap meladeni siapa pun yang ingin merampas kekuasaannya melalui jalur jantan.
“Maaf, saya harus memberi tahu kalian bahwa saya tidak akan mengundurkan diri. Mereka yang ingin keluar dan menentang saya, silakan! Jangan bergerak secara sembunyi-sembunyi. Saya telah meminta dewan pemilihan untuk memulai proses penyelenggaraan pemilihan ulang,” tegasnya dengan penuh kepercayaan diri.
Mencium Bau “Cepu” dan Konspirasi Pebisnis Meksiko
Kemarahan Perez sejatinya bersumber dari kebocoran informasi yang masif di internal Real Madrid. Insiden pertikaian fisik antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde di ruang ganti yang seharusnya menjadi rahasia dapur klub, secara misterius bisa sampai ke telinga jurnalis.
Perez menduga kuat ada pengkhianat di dalam jajaran manajemennya yang sengaja menciptakan kekacauan untuk memperburuk citra klub. Menariknya, dalam jumpa pers yang tegang tersebut, Perez sempat menyinggung keberadaan ‘pebisnis dengan aksen Meksiko’ yang diduga menjadi dalang intelektual operasi senyap ini.
Meski enggan menyebut nama secara spesifik, manuver Perez menantang diadakannya pemilihan umum ulang adalah bentuk psywar tingkat tinggi. Ia ingin membuktikan kepada para konspirator bahwa loyalitas para anggota (socios) Real Madrid masih sepenuhnya berada di genggamannya.


