ONESPORTS.ID – Liverpool FC resmi mengumumkan perpisahan dengan bek tengah asal Prancis, Ibrahima Konate, pada Minggu (31/5/2026) malam. Berakhirnya kontrak pada pengujung Juni mendatang menutup lembaran lima musim perjalanan sang pemain bertahan di Anfield.
Kepergian pemain berusia 27 tahun ini merupakan buntut dari kebuntuan negosiasi kontrak baru yang telah diupayakan sejak akhir tahun 2023. Meski sempat ada sinyal positif pada bulan April lalu, kesepakatan final urung terwujud hingga tenggat waktu berakhir.
Akar Masalah: Tarik Ulur Gaji dan Bonus
Spekulasi awal menyebutkan bahwa Konate merasa tidak puas dengan struktur gaji yang ditawarkan manajemen The Reds. Sejak didatangkan dari RB Leipzig pada musim panas 2021, ia menerima upah dasar sekitar 70 ribu paun per pekan.
Angka ini dinilai kurang sepadan jika dibandingkan dengan kontrak baru rekan setimnya, seperti Cody Gakpo dan Ryan Gravenberch, yang dilaporkan menyentuh angka 250 ribu paun per pekan.
Namun, laporan dari jurnalis pakar transfer, Fabrizio Romano, memberikan perspektif berbeda. Romano mengungkapkan bahwa titik perpecahan sebenarnya terletak pada negosiasi struktur bonus. Manajemen Liverpool menilai permintaan bonus Konate terlalu tinggi dan tidak berbanding lurus dengan konsistensi performanya.
Terlebih lagi, Liverpool saat ini tengah menjalankan kebijakan pengetatan anggaran secara ketat untuk menekan beban tagihan gaji yang membengkak musim ini.
Penyesalan di Laga Kandang Terakhir
Di luar dinamika negosiasi bisnis, kepergian ini menyisakan luka emosional bagi Konate. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia mengaku sangat menyesal karena tidak menyadari bahwa pertandingan kandang terakhir pekan lalu adalah panggung pamungkasnya beraksi di hadapan publik Anfield.
Ia tidak menduga bahwa negosiasi kontraknya akan berujung pada perpisahan yang mendadak.
Dalam pesan emosionalnya, Konate juga mengenang berbagai momen berharga selama berseragam The Reds, mulai dari merayakan berbagai trofi hingga melewati masa-masa terberat dalam hidupnya. Ia menyoroti dukanya saat kehilangan sang ayah dan rasa kehilangan yang mendalam atas sosok Diogo Jota, momen yang membuktikan komitmen tak tergoyahkan dirinya untuk lambang klub.
Selama mengawal jantung pertahanan Merseyside Merah, Konate mencatatkan 183 penampilan dan menyumbang tujuh gol. Ia meninggalkan warisan yang gemilang dengan raihan gelar juara Premier League 2024/2025, Piala FA, dua trofi Piala Carabao, dan satu gelar FA Community Shield.
Kini, tantangan baru menanti sang bek Prancis, sementara Liverpool telah memulai perombakan lini belakang untuk musim depan yang diawali dengan perekrutan Jeremy Jacquet.



