BANTUL, OneSportsID – Arema FC dijadwalkan akan melakoni laga pekan ke-33 BRI Super League 2025/26 dengan menantang PSBS Biak di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (15/5/2026) malam.
Pertandingan ini menghadirkan situasi yang sangat kontras bagi kedua tim. Skuad Singo Edan datang dengan napas lega karena sudah dipastikan aman dari ancaman degradasi, sementara kubu PSBS Biak dipastikan harus turun kasta pada musim depan.
Kendati di atas kertas Arema lebih diunggulkan, pelatih Marcos Santos menolak keras anggapan bahwa laga ini akan berjalan mudah.
Bahaya Tersembunyi Tim Tanpa Beban
Pelatih asal Brasil tersebut memahami betul kondisi pelik yang tengah membelit klub berjuluk Badai Pasifik itu. PSBS Biak diketahui sedang diterpa berbagai persoalan berat secara beruntun, mulai dari rentetan hasil buruk di lapangan, krisis finansial, hingga konflik internal yang mengganggu keharmonisan tim.
Sebagai sesama pelaku sepak bola, Marcos Santos menyampaikan simpati mendalam, namun ia menegaskan bahwa empati tidak akan membuat timnya bermain setengah hati.
“Pertama, saya ingin menyampaikan solidaritas kepada para pemain dan staf pelatih terkait kondisi di PSBS Biak. Namun kami tahu ini adalah pertandingan yang harus kami hadapi dengan konsentrasi tinggi dan persiapan yang matang, karena ini sepak bola,” ujar Marcos Santos.
Justru di mata Santos, situasi lawan yang sudah tidak memiliki target apa pun bisa menjadi ancaman paling mematikan. Tampil tanpa beban (nothing to lose) sering kali membuat sebuah tim bermain jauh lebih lepas, berani keluar menyerang, dan sangat berbahaya.
Konsentrasi Penuh dan Pantang Lengah
Menghindari potensi kejutan pahit di akhir musim, Marcos Santos mewajibkan seluruh penggawa Singo Edan untuk tetap menjaga fokus dan tidak menganggap remeh lawan sedikit pun.
“Dalam sepak bola, Anda harus selalu siap menghadapi setiap pertandingan. Jadi persiapan kami berjalan baik, dengan fokus dan kesiapan penuh, tetap menghormati PSBS Biak, tetapi berusaha memberikan yang terbaik di sini,” imbuhnya.
Ia kembali mengingatkan bahwa sejarah sepak bola sering kali menghukum tim-tim yang besar kepala.
“Jadi kami harus masuk ke pertandingan dengan konsentrasi penuh dan tidak boleh terkejut. Karena PSBS Biak, meskipun sedang tidak dalam momen terbaik, pasti akan melakukan segala cara agar bisa memenangkan pertandingan,” pungkasnya dengan tegas.


