Liverpool, Paris Saint-Germain, Liga Champions, Arne Slot, Stephen Warnock

- Advertisement -

PARIS, OneSports – Perjalanan Liverpool di panggung Liga Champions musim ini berada di ujung tanduk.

Tim asuhan Arne Slot dituntut bekerja ekstra keras untuk mengejar defisit dua gol dari Paris Saint-Germain (PSG) jika ingin menyegel tiket ke babak semifinal.

Namun, melihat gestur dan performa para pemain di lapangan, keraguan pun mulai bermunculan.

Pada laga leg pertama perempat final yang digelar di Parc des Princes, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB, The Reds harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 0-2.

Dua gol kemenangan PSG yang dicetak oleh Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia menjadi bukti sahih betapa dominannya jawara Prancis tersebut sepanjang laga.

Statistik Mengkhawatirkan The Reds

Dalam pertandingan tersebut, Virgil van Dijk dan kolega benar-benar dibuat mati kutu.

Jangankan untuk membombardir gawang lawan, Liverpool bahkan kesulitan untuk memegang penguasaan bola karena selalu kandas di bawah skema pressing ketat yang diterapkan oleh punggawa PSG.

- Advertisement -

Statistik pertandingan menunjukkan angka yang cukup memprihatinkan bagi tim sekelas Liverpool.

Mereka gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran (on target). Akurasi umpan mereka juga sangat minim, hanya mencatatkan 198 umpan sukses dengan persentase 77%.

Krisis Kepercayaan Diri

Menghadapi leg kedua nanti, Liverpool tentu akan mencoba memaksimalkan magis Anfield untuk membalikkan keadaan. Namun, mantan bek The Reds, Stephen Warnock, justru merasa pesimistis.

Ia menilai skuad asuhan Arne Slot saat ini sedang tidak berada dalam momentum yang baik dan kehilangan kepercayaan diri di atas lapangan. Meskipun Liverpool punya sejarah comeback legendaris—seperti saat menghancurkan Barcelona 4-0 pada semifinal 2018/2019 atau “Keajaiban Istanbul” di final 2005—situasi saat ini terasa sangat berbeda.

“Rasanya kepercayaan diri Liverpool itu sedang berada di titik terendahnya,” ungkap Warnock saat memberikan analisisnya kepada BBC.

“Kita memang sudah pernah melihat sejumlah comeback yang tak terlupakan di Anfield sebelumnya, dari tertinggal 0-3 lawan Barcelona pada 2019 untuk kemudian menang 4-0 di leg kedua, misalnya.”

“Namun, rasanya mereka sepertinya terlalu jauh dari kapasitas untuk mewujudkan hal-hal magis semacam itu pada saat ini,” pungkasnya dengan nada ragu.

- Advertisement -

Latest News

Kasus Kekerasan Remaja di Langsa Terungkap, Orang Tua Ditang...

Seorang remaja 16 tahun di Langsa menjadi korban kekerasan oleh orang tuanya. Pelaku berinisial SB resmi ditangkap polisi usai korban diselamatkan.
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -