AMMAN, OneSportsID – Lembaran baru sejarah sepak bola Yordania resmi ditulis dengan tinta emas. Setelah sembilan edisi hanya mampu menjadi penonton, tim nasional Yordania akhirnya dipastikan lolos untuk pertama kalinya ke putaran final Piala Dunia 2026.
Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang publik Amman yang telah lama merindukan panggung dunia.
Keberhasilan luar biasa ini merupakan buah dari kerja keras pelatih Jamal Sellami. Di bawah komandonya, tim berjuluk El-Nashama sukses mentransformasi diri dari tim yang kerap dipandang sebelah mata menjadi kekuatan baru yang disegani di Asia dan dunia.
Buah Konsistensi Sejak Final Piala Asia
Lolosnya Yordania ke Piala Dunia 2026 sebenarnya bukan kejutan yang instan. Fondasi kekuatan mereka sudah terlihat sejak tampil impresif di Piala Asia AFC 2023 lalu, di mana mereka berhasil menembus partai final meski akhirnya harus mengakui keunggulan Qatar.
Konsistensi permainan dan mentalitas pemenang yang dibangun sejak saat itu terbukti menjadi kunci sukses dalam mengarungi babak kualifikasi yang melelahkan.
Jamal Sellami berhasil menjaga momentum tersebut dan membawa skuadnya melangkah lebih jauh ke level interkontinental.
“Sebagai pelatih, kami bangga menjadi bagian sejarah sepak bola Yordania. Mimpi besar ini akhirnya berhasil diwujudkan bersama. Saya percaya tim ini memiliki kualitas besar untuk bersaing di babak grup,” ujar Sellami sebagaimana dikutip dari laman resmi FIFA.
Ujian Berat di Grup J: Menantang Sang Juara Dunia
Meski sedang merayakan sejarah, Yordania harus segera bersiap menghadapi kenyataan pahit di babak grup. Berdasarkan hasil pengundian, debutan asal Timur Tengah ini tergabung dalam Grup J yang cukup mengerikan.
Yordania akan berhadapan dengan sang juara bertahan Argentina, kekuatan Eropa Austria, serta wakil Afrika yang tangguh, Aljazair.
Namun, status sebagai tim underdog justru membuat Sellami merasa lebih leluasa untuk memberikan kejutan besar kepada dunia.
Ambisi dan Semangat El-Nashama
Bagi Sellami, fase ini adalah pencapaian tertinggi dalam karier kepelatihannya. Ia menekankan bahwa dukungan penuh dari seluruh pihak sepak bola Yordania menjadi bahan bakar utama bagi anak asuhnya untuk tetap fokus pada target besar mereka.
Yordania tidak ingin hanya sekadar menjadi pelengkap turnamen. Dengan semangat El-Nashama yang pantang menyerah, mereka bertekad untuk membuktikan bahwa sepak bola Asia Barat mampu berbicara banyak di hadapan 48 tim peserta Piala Dunia 2026 yang akan digelar di tiga negara tersebut. Siapkan dukungan kalian, Bos, karena tarian Yordania baru saja dimulai!


