LONDON, OneSportsID — Harry Kane akhirnya membuka kembali luka terdalam dalam karier internasionalnya. Penalti melambung saat Inggris tersingkir dari Prancis di Piala Dunia 2022 ternyata masih membekas kuat di benak sang kapten Three Lions.
Namun bagi Kane, kegagalan itu bukan akhir. Justru dari momen paling menyakitkan tersebut, striker Bayern Munich itu mengaku lahir menjadi versi yang lebih kuat, lebih lapar, dan lebih berbahaya jelang Piala Dunia FIFA 2026.
Kini, Kane kembali dipersiapkan sebagai pemimpin utama Timnas Inggris untuk memburu trofi dunia pertama sejak 1966.
“Itu secara pribadi merupakan momen yang sangat sulit dalam karier saya,” ujar Kane kepada FIFA.
“Tentu saja saya harus sangat kuat secara mental untuk melewatinya — dan saya berhasil. Pada akhirnya saya merasa hal itu justru membuat saya menjadi pemain yang lebih baik.”
Momen yang dimaksud Kane adalah penalti menit ke-84 melawan Prancis di perempat final Piala Dunia Qatar 2022.
Saat itu Inggris tertinggal 1-2 dan Kane memiliki peluang emas menyamakan kedudukan. Namun tendangannya melambung tinggi di atas mistar gawang Hugo Lloris.
Kegagalan tersebut sempat menjadi salah satu sorotan terbesar dalam sejarah modern sepak bola Inggris.
Namun sejak malam pahit di Al Bayt Stadium itu, Kane justru semakin menggila.
Hanya beberapa bulan setelah Piala Dunia, ia resmi melampaui rekor Wayne Rooney sebagai top skor sepanjang masa Timnas Inggris.
Hingga kini, Kane telah mengoleksi puluhan gol tambahan dan sukses membawa Inggris melaju ke final EURO 2024 sekaligus memastikan tiket menuju Piala Dunia 2026.
Di level klub, performanya bersama Bayern Munich bahkan terasa nyaris absurd. Striker 32 tahun itu sudah mencetak lebih dari 50 gol musim ini bersama raksasa Bundesliga tersebut.
Performa luar biasa itu membuat Kane datang ke Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri tinggi bahwa Inggris benar-benar mampu mengakhiri kutukan panjang tanpa trofi.
“Ketika Anda sudah sangat dekat, rasanya benar-benar menyakitkan saat akhirnya gagal memenangkannya,” kata Kane.
“Saya tahu betapa besar arti trofi itu bagi negara ini. Fakta bahwa kami sudah sangat dekat justru membuat saya semakin termotivasi untuk kembali dan mencoba melangkah satu tingkat lebih jauh.”
Inggris sendiri tergabung di Grup L bersama Kroasia, Ghana, dan Panama. Secara kualitas, Three Lions menjadi unggulan utama untuk lolos ke fase gugur.
Meski demikian, Kane menegaskan tekanan besar tidak boleh membuat para pemain muda Inggris bermain dengan rasa takut.
“Karier itu singkat dan Anda tidak mendapat banyak kesempatan bermain di turnamen besar,” ucap Kane.
“Jadi mengapa menyia-nyiakannya dengan rasa takut? Pergilah ke sana dan tunjukkan diri Anda.”
Selain membahas sepak bola, Kane juga kembali menunjukkan kecintaannya terhadap American Football.
Penggemar New England Patriots tersebut mengaku sangat antusias karena Inggris akan bermain di stadion NFL saat Piala Dunia 2026 berlangsung di Amerika Utara.
Bahkan, Kane masih membuka kemungkinan mencoba karier sebagai kicker NFL setelah pensiun dari sepak bola profesional.
Namun untuk saat ini, fokus utamanya hanya satu: membawa Inggris mengangkat trofi Piala Dunia yang telah mereka tunggu selama hampir 60 tahun.
“Sudah sangat lama sejak Inggris memenangkan Piala Dunia,” tutup Kane.
“Kami semua ingin menjadi bagian dari sejarah itu.”


