Poin Utama:
- Southampton dituduh memata-matai sesi latihan Middlesbrough sebelum laga leg pertama semifinal playoff Championship pada 9 Mei lalu.
- EFL (English Football League) secara resmi mendakwa Southampton melanggar Regulasi 127 dan 3.4, dengan sidang disipliner digelar pada 19 Mei 2026.
- Terduga mata-mata diidentifikasi sebagai William Salt, staf magang yang bernilai penting di bawah arahan manajer Tonda Eckert.
- Hukuman bisa berkisar dari denda finansial hingga pencoretan Southampton dari laga final, yang memungkinkan Middlesbrough maju menggantikan mereka.
- Skuad Middlesbrough saat ini diminta untuk bersiap siaga (on call) jika mereka diputuskan berhak melaju ke final menghadapi Hull City pada 23 Mei mendatang.
Divisi EFL Championship tengah diguncang skandal tak biasa yang mengancam integritas babak playoff promosi ke Premier League. Southampton, yang sejatinya dijadwalkan bertemu Hull City dalam laga final penentuan tiket promosi musim depan, kini nasibnya berada di ujung tanduk.
Kubu The Saints tertangkap basah memata-matai sesi latihan lawannya, Middlesbrough, sesaat sebelum laga semifinal mereka digelar.
Insiden ini membuat partisipasi Southampton di partai puncak dipertanyakan. Sidang komisi disiplin yang digelar hari ini (19/5/2026) akan menentukan nasib dan sanksi yang akan dijatuhkan.
Baca Juga : Misi Lepas dari Jerat Degradasi, Spurs Wajib Manfaatkan Keterpurukan Chelsea
Mengurai Skandal Spygate Southampton
Dalam undian semifinal playoff Championship, Middlesbrough dan Southampton dijadwalkan bertarung dalam dua leg.
Namun, sebelum leg pertama di Riverside Stadium pada 9 Mei lalu, kubu Middlesbrough memergoki seorang staf Southampton tengah mengintai sesi latihan mereka di Rockcliffe.
Secara agregat, laga berkesudahan 2-1 untuk kemenangan Southampton, yang memastikan mereka lolos ke final.
Namun, Boro (julukan Middlesbrough) langsung melayangkan protes resmi ke EFL. Imbasnya, EFL membuka investigasi dan mendakwa Southampton atas pelanggaran regulasi liga.
“Dakwaan ini berkaitan dengan Regulasi EFL 3.4, yang mewajibkan setiap klub bersikap dengan iktikad baik satu sama lain; dan Regulasi EFL 127, yang melarang klub mana pun untuk mengamati atau mencoba mengamati sesi latihan klub lain dalam kurun waktu 72 jam sebelum jadwal pertandingan,” bunyi pernyataan resmi EFL.
Baca Juga : Akhir Sebuah Era: Pep Guardiola Ucapkan Selamat Tinggal pada Manchester City
Regulasi 127 sendiri merupakan aturan yang baru dibuat buntut dari skandal mata-mata Leeds United asuhan Marcelo Bielsa terhadap Derby County pada 2019 lalu.
Siapa Sang Mata-mata?
Menurut laporan Daily Mail, sosok mata-mata dari Southampton tersebut diidentifikasi sebagai William Salt, seorang staf magang.
Laporan itu menyebut Salt sebagai bagian krusial dari operasi tim utama di bawah manajer asal Jerman, Tonda Eckert.
Jejak Salt terendus setelah ia diketahui menggunakan kartu kreditnya di sebuah kedai kopi di dekat tempat latihan Middlesbrough, pada hari yang sama saat fotonya tertangkap kamera di sekitar lokasi.
Baca Juga : Menang “Jelek” Lagi, Arsenal Kini Tinggal Selangkah dari Trofi Premier League
Hal ini memicu investigasi lanjutan terkait kemungkinan aksi serupa di laga-laga tandang Southampton lainnya.
Potensi Sanksi: Denda hingga Diskualifikasi
Pilihan hukuman bagi Southampton kini sangat beragam. Pada skenario paling ringan, mereka hanya akan didenda. Pada 2019, Leeds United didenda £200.000 atas kasus serupa. Namun, saat itu aturan larangan mengintai latihan belum tertulis resmi di statuta EFL.
Kini, dengan adanya regulasi yang jelas, komisi disiplin bisa menjatuhkan hukuman yang jauh lebih berat untuk memberikan efek jera.
Jika terbukti ada lebih dari satu insiden pemantauan, EFL diyakini tak akan ragu memberikan sanksi tegas agar tak ada klub yang mengulangi hal serupa.
Sanksi terberat yang membayangi Southampton adalah larangan bertanding di laga final pada 23 Mei di Stadion Wembley. Jika ini terjadi, tiket final bisa saja dialihkan kembali kepada Middlesbrough.
Baca Juga : Pep Guardiola Tinggalkan Manchester City, Akhir Sebuah Dinasti di Premier League
Mengantisipasi skenario kejutan ini, kubu Boro dikabarkan telah menginstruksikan para pemainnya untuk tetap dalam posisi siap siaga (on call), sekaligus menyewa jasa spesialis sidang disiplin olahraga, Nick de Marco.
Akankah Final Ditunda?
EFL sebelumnya telah memperingatkan bahwa proses disipliner ini bisa berdampak pada perubahan jadwal final.
Namun, opsi penundaan sangatlah rumit. Stadion Wembley telah habis dipesan untuk final playoff League One dan League Two pada 24-25 Mei, disusul ajang rugbi pada 30 Mei, dan final FA Cup Wanita pada 31 Mei.
Setelahnya, para pemain harus bersiap untuk jeda internasional menjelang Piala Dunia.
Opsi tanding ulang (replay) babak semifinal juga dianggap tidak masuk akal karena akan menguras terlalu banyak waktu, sementara Hull City dibiarkan menunggu tanpa kepastian.
Apa pun hasil sidangnya, keputusan cepat harus segera diambil untuk menentukan siapa penantang sah Hull City di Wembley nanti.



