Pep Guardiola bersiap mengakhiri perjalanan satu dekade bersama Manchester City pada akhir musim ini. Keputusan manajer asal Spanyol tersebut turut mengundang perhatian khusus dari manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson.
Selama 10 tahun di Etihad Stadium, Guardiola sukses menyulap City menjadi kekuatan dominan di daratan Inggris. Ia mempersembahkan enam gelar liga—empat di antaranya diraih secara beruntun—serta mengukir sejarah treble winners untuk klub.
Baca Juga : Kenapa Laga Pamungkas Liga Inggris Digelar Minggu?
Dalam sesi jumpa pers terbarunya, Guardiola mengungkapkan bahwa ia telah menerima ucapan perpisahan dari Sir Alex. Namun, mantan pelatih Barcelona itu mengaku belum membalas pesan suara tersebut karena sedikit terkendala bahasa.
“Sir Alex kirim pesan suara, tapi saya kesulitan dengan aksen Scottish. Saya belum balas, tapi saya akan menelepon dia nanti,” kelakar Guardiola, seperti dikutip dari BBC.
Baca Juga : Usai Juara Liga, Arsenal Bidik Trofi Eropa
Guardiola sangat menghargai pesan dukungan tersebut. Ia tetap mengakui Sir Alex sebagai manajer terhebat di sepak bola Inggris dan merasa terhormat karena kiprah timnya selama ini selalu disaksikan oleh sang legenda.
Sejarah rivalitas Manchester City dan Sir Alex memang memiliki sisi emosional tersendiri. Pada 2009, usai City diakuisisi oleh Sheikh Mansour dan mulai jor-joran berbelanja pemain, Sir Alex menyematkan julukan “tetangga yang berisik” kepada rival sekotanya tersebut.
Baca Juga : Guardiola Cabut, Evra Peringatkan Fans Man United
Kini, dengan puluhan trofi yang telah ia persembahkan untuk Manchester City, Guardiola merasa status tersebut sudah tidak lagi relevan.
“Saya yakin Sir Alex tidak akan menyebut kami tetangga yang berisik lagi. Kami hanya tetangga,” tegas Guardiola menutup pembicaraan.


