Poin Utama:
- Arsenal siap menggelar pesta perayaan usai memutus puasa gelar Liga Inggris selama 22 tahun.
- Parade resmi dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 31 Mei 2026 mulai pukul 14.00 waktu setempat.
- Acara ini digelar tepat sehari setelah laga final Liga Champions melawan raksasa Prancis, PSG.
- Rute parade diprediksi mengelilingi kawasan Islington dan berpusat di Emirates Stadium.
London Utara resmi tak lagi menangis! Penantian 22 tahun yang menyesakkan itu akhirnya terbayar lunas, dan Arsenal kini bersiap menggelar pesta perayaan paling brutal dalam sejarah modern mereka.
Semalaman suntuk, lautan Gooners sudah berpesta liar, membirukan (atau lebih tepatnya memerah-kan) jalanan Islington dan sekitar Emirates Stadium sesaat setelah Man City dipastikan tertahan imbang oleh Bournemouth (19/5/2026). Namun, percayalah, itu baru sekadar pemanasan. Pesta perayaan yang sesungguhnya baru akan meledak!
Manajemen The Gunners secara resmi mengonfirmasi bahwa parade bus atap terbuka akan digelar pada Minggu, 31 Mei 2026 mulai pukul 14.00 waktu Inggris (BST). Timing-nya sungguh gila-gilaan. Pasalnya, parade ini dihelat tepat sehari setelah armada Mikel Arteta bertarung hidup-mati melawan PSG di final Liga Champions yang berlangsung di Budapest.
Bisa dibayangkan tensi emosinya? Jika Arsenal sukses membungkam PSG dan mengawinkan gelar, parade ini akan berubah menjadi perayaan musim terhebat sepanjang masa bagi klub. Namun jika skenario terburuk terjadi di Eropa, parade ini tetap akan berjalan sakral demi menghormati trofi liga yang sudah dirindukan selama lebih dari dua dekade.
“Ini bakal jadi event publik masif, dan kami mengantisipasi jumlah suporter yang sangat besar akan turun ke jalanan lokal,” bunyi pernyataan resmi klub.
Publik mulai bertanya-tanya soal rute pasti yang akan dilewati. Meski detail resminya masih disimpan rapat hingga mendekati hari H, laporan dari The Standard membocorkan bahwa parade kemungkinan besar akan start dan finish di Emirates Stadium. Bus diperkirakan bakal membelah Highbury Grove, menyusuri Drayton Park dan Aubert Park, lalu merayap pelan menembus lautan manusia di St. Paul’s Road dan kawasan ikonik Upper Street di Islington.
Atmosfernya dipastikan bakal makin mendidih karena ramalan cuaca menyebutkan suhu London di pekan itu bakal panas terik tanpa awan, menyentuh angka 30°C.
Entah mereka pulang membawa trofi tambahan dari Budapest atau tidak, tanggal 31 Mei dipastikan akan jadi hari libur nasional bagi separuh penduduk London Utara. Ini bukan sekadar perayaan selembar medali, melainkan pernyataan tegas kembalinya Arsenal sebagai penguasa sejati sepak bola Inggris. London is unequivocally red!



