Kepergian Pep Guardiola dari Manchester City setelah satu dekade penuh kesuksesan tak pelak menjadi kabar melegakan bagi klub rival. Namun, legenda Manchester United, Patrice Evra, justru merasakan hal sebaliknya dan memberikan peringatan tegas kepada fans Setan Merah.
Selama 10 tahun bermukim di Etihad Stadium, Guardiola telah menyumbangkan 20 trofi, termasuk raihan treble winner bersejarah. Dominasi mutlak The Citizens sejak 2016 ini berimbas langsung pada rival sekota mereka. Manchester United kian kesulitan mengejar takhta Liga Inggris dan hanya mampu memungut tiga trofi piala domestik dalam periode tersebut.
Baca Juga : Arne Slot Ogah Jamin Mo Salah Tampil di Laga Pamungkas Liverpool
Meski hengkangnya Guardiola seolah menjadi angin segar bagi publik Old Trafford, Evra meminta para suporter untuk tidak bersorak terlalu cepat. Mantan bek sayap asal Prancis itu secara mengejutkan mengaku sedih melihat rival terbesar timnya kehilangan sosok manajer top.
“Saya sedih. Saya sangat menghormati apa yang sudah dia berikan untuk liga ini. Saya akan memberikan salam perpisahan yang layak untuknya,” ungkap Evra seperti dikutip dari Tribuna.
Baca Juga : Tangis Kelegaan Arteta: Keraguan Itu Sirna, Arsenal Kembali Berkuasa Setelah 22 Tahun!
Evra menilai fondasi Manchester City saat ini sudah terlalu kuat untuk sekadar runtuh karena ditinggal satu figur manajer. Sistem dan manajemen klub yang solid diyakini akan membuat City tetap menjadi ancaman menakutkan di liga.
“Kenapa saya harus merasa senang? Struktur klub mereka jauh lebih tangguh dari pemain atau manajer mana pun. Jadi kalian tak usah merayakannya terlalu cepat. Terus terang, saya tidak melihat Man City akan jatuh,” tegas Evra.
Baca Juga : Arsenal Juara Liga Inggris, Harry Maguire Puji Pertahanan Baja Arteta
Kini, manajemen Manchester City tengah bergerak mencari suksesor Guardiola. Nama mantan manajer Leicester City dan Chelsea, Enzo Maresca, santer disebut sebagai kandidat terkuat untuk meneruskan tongkat estafet di Etihad.


