LONDON, OneSports – Bagi klub-klub yang berlaga di kompetisi domestik terkaya di dunia, Premier League, degradasi adalah sebuah bencana finansial dan prestasi yang harus dihindari dengan segala cara. Ketatnya kasta tertinggi sepak bola Inggris ini kembali memakan korban-korban besar pada musim 2025/2026.
Mengingat kembali pada musim 2024/2025 lalu, tiga tim promosi yakni Leicester City, Ipswich Town, dan Southampton langsung dikirim kembali ke Championship hanya dalam kurun waktu satu musim. Hal ini memunculkan stigma bahwa semakin sulit bagi klub-klub kecil untuk membangun fondasi di liga yang dipenuhi oleh klub-klub raksasa nan kaya raya.
Beban berat untuk mematahkan kutukan tim promosi tersebut musim ini berada di pundak Sunderland, Leeds United, dan Burnley. Sejauh ini, baru Sunderland yang terlihat sudah menemukan pijakan kuat dan aman dari ancaman, sementara sisanya masih harus berjuang berdarah-darah.
Wolves dan Burnley Ucapkan Selamat Tinggal
Berdasarkan analisis statistik terbaru dari Opta, dua tim yang posisinya paling memprihatinkan saat ini adalah Wolverhampton Wanderers dan Burnley. Meskipun sempat meraih beberapa hasil positif belakangan ini, hitung-hitungan matematis menunjukkan bahwa keduanya hampir dipastikan akan mengucapkan selamat tinggal pada Premier League di akhir musim.
Wolves saat ini terjerembap di dasar klasemen (posisi 20) dengan koleksi 17 poin dan peluang degradasi mencapai 99,99%. Nasib serupa dialami Burnley di peringkat ke-19 dengan 20 poin dan persentase degradasi 99,98%.
Kejutan Pahit Tottenham Hotspur
Pertarungan sesungguhnya kini tersisa untuk menghindari satu tiket terakhir menuju jurang degradasi (posisi 18). Pada awal Maret lalu, posisi tersebut masih dihuni oleh West Ham United. Namun, secara mengejutkan, Tottenham Hotspur mengalami tren performa yang sangat buruk hingga akhirnya tergelincir ke zona merah tersebut.
Berada di peringkat ke-18 dengan 30 poin, persentase Spurs untuk turun kasta kini melonjak hingga 48,68%. Jika tidak segera bangkit, tim asal London Utara ini akan mencatatkan sejarah kelam tersingkir dari kasta tertinggi.
Di sisi lain, West Ham (posisi 17) dan Nottingham Forest (posisi 16) juga masih belum bisa bernapas lega karena berpotensi tersedot ke dalam pusaran degradasi jika tergelincir di sisa laga. Sementara itu, Leeds United yang mengoleksi 36 poin tampaknya sudah melakukan upaya yang cukup untuk mengamankan diri dari kekacauan di papan bawah.
Tabel Persentase Degradasi Liga Inggris 2025/2026
(Pembaruan data per pertengahan April 2026)
| Pos | Klub | Main | M-S-K | Selisih Gol | Poin | Peluang Degradasi (Opta) |
| 15 | Leeds United | 32 | 8-12-12 | -10 | 36 | 2,24% |
| 16 | Nottingham Forest | 32 | 8-9-15 | -12 | 33 | 10,37% |
| 17 | West Ham | 32 | 8-8-15 | -17 | 32 | 38,73% |
| 18 | Tottenham Hotspur | 32 | 7-9-16 | -11 | 30 | 48,68% |
| 19 | Burnley | 31 | 4-8-19 | -28 | 20 | 99,98% |
| 20 | Wolves | 32 | 3-8-21 | -34 | 17 | 99,99% |

