Dihina Rasis Usai Euro 2020, Kylian Mbappe Nyaris Pensiun dari Timnas Prancis

- Advertisement -

PARIS – Berada di puncak karier sepak bola dunia tidak selalu menghadirkan cerita yang indah.

Hal inilah yang dirasakan oleh megabintang Real Madrid, Kylian Mbappe, saat mengingat kembali masa-masa kelamnya usai kegagalan Timnas Prancis di ajang Piala Eropa (Euro) 2020.

Hinaan berbau rasisme yang diterimanya kala itu ternyata sempat membuat Mbappe berniat gantung sepatu dari sepak bola internasional.

- Advertisement -

Tragedi itu bermula ketika Prancis harus angkat koper lebih awal setelah disingkirkan oleh Swiss di babak 16 besar.

Laga yang berlangsung dramatis itu berakhir dengan skor imbang 3-3 hingga babak perpanjangan waktu, memaksa pemenang ditentukan lewat drama adu penalti. Nahasnya, Prancis menyerah 4-5.

- Advertisement -

Mbappe menjadi satu-satunya pemain Les Bleus yang gagal mengeksekusi penalti, tepat di kesempatan penentuan yang terakhir.

Kegagalan tersebut seketika mengubah status Mbappe di mata publik Prancis, dari seorang pahlawan menjadi bulan-bulanan kritik tajam.

“Mereka mulai memanggilku si monyet. Itu sangat kejam buatku. Aku kemudian pergi berlibur, dan di beberapa hari pertama liburan itu, aku merasa seperti mayat hidup,” ungkap Mbappe dalam siniar (podcast) The Bridge.

Ekspektasi tinggi publik Prancis tidak lepas dari memori manis dua tahun sebelumnya.

Saat itu, Mbappe yang masih sangat muda tampil mengesankan dan menginspirasi negaranya untuk keluar sebagai juara Piala Dunia 2018 di Rusia.

- Advertisement -

“Ketika aku pertama kali bergabung dengan tim nasional, aku kan langsung juara Piala Dunia, aku seketika jadi pahlawan nasional.

Aku saat itu bilang pada diriku sendiri: ‘Ah, Prancis itu hebat!’. Dan tiba-tiba Anda mendapat tamparan keras di wajah.

Itu berat sekali,” tutur penyerang berusia 26 tahun ini.

Pensiun yang Ditolak oleh FFF

Rasa frustrasi akibat perlakuan rasis dari para pendukungnya sendiri membuat Mbappe mengambil sikap ekstrem.

- Advertisement -

Ia merasa tidak lagi dihargai dan memutuskan untuk berhenti membela Timnas Prancis.

- Advertisement -

Di tengah keterpurukan mental tersebut, Mbappe meminta pertemuan tatap muka dengan Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) saat itu, Noel Le Graet.

“Aku sempat bilang aku tidak mau kembali. Aku bertemu dengan Noel Le Graet di kantornya. Aku bilang kepada dia: ‘Aku tidak akan bermain lagi’,” ungkap Mbappe, sebagaimana dilansir dari One Football.

Bagi Mbappe, mengenakan seragam tim nasional adalah sebuah kebanggaan, namun hinaan rasial telah merusak makna tersebut.

“Aku berpikir: ‘Aku bermain untuk orang-orang yang menganggapku monyet jika aku tidak mencetak gol.

- Advertisement -

Aku tidak bisa bermain untuk orang-orang seperti itu.’ Itulah mengapa aku sampai pada titik keputusasaan itu,” lanjutnya.

Namun, keputusan emosional tersebut dimentahkan oleh sang Presiden FFF. Le Graet dengan tegas menolak niat Mbappe untuk mengundurkan diri.

“Aku bilang kepadanya: ‘Aku enggak mau bermain lagi, aku akan kembali ke Paris, aku enggak punya masalah di sana.

‘ Namun, Noel Le Graet bilang kepadaku: ‘Apa kamu kira kamu akan keluar dari kantorku begitu saja dan aku akan bilang iya?’

Dia menyuruhku untuk melupakan niat pensiun itu,” kenang Mbappe.

- Advertisement -

Penolakan dari federasi tersebut pada akhirnya menjadi sebuah titik balik. Mbappe perlahan bangkit dari keterpurukan Euro 2020 dan kembali membuktikan kapasitasnya sebagai penyerang terbaik dunia.

Ia sukses memimpin lini serang Prancis hingga menembus partai final Piala Dunia 2022 di Qatar, meski akhirnya harus puas menjadi runner-up setelah kalah dramatis dari Argentina.

- Advertisement -

Mingguan

Gilas Osasuna 4-0, Atletico Madrid Pamer Ketajaman Jelang Derbi Kontra Real Madrid

Atletico Madrid bantai Osasuna 4-0 di Metropolitano lewat gol Jonathan David, Kang-in Lee, Le Normand, dan Baena. Modal sempurna jelang Derbi Madrid!

Bruno Fernandes Diparkir, Skuad ‘Daun Muda’ MU Siap Singkirkan Brighton

Michael Carrick merotasi skuad Manchester United saat menjamu Brighton di Carabao Cup. Bruno Fernandes dicadangkan, bintang muda Ayden Heaven dan Shea Lacey tampil.

Rekor Tak Terkalahkan Runtuh! Gol Tunggal Miguel Sierra Bawa Sevilla Bungkam Deportivo di Riazor

Sevilla sukses menaklukkan Deportivo La Coruña 1-0 di Stadion Riazor berkat gol tunggal Miguel Sierra. Kekalahan ini memutus rekor tak terkalahkan tuan rumah di LaLiga.

Berita Terkait

Lolos Hukuman, Insiden Sepatu Gabriel di Wajah Kiper Chelsea...

Panel KMI Premier League putuskan bek Arsenal Gabriel Magalhaes bebas dari hukuman usai insiden dengan kiper Chelsea. The Gunners amankan kemenangan 2-1.

Rekap Malam Eropa: Kemenangan Dramatis Sevilla dan Omonia, h...

Panggung sepak bola daratan Eropa kembali menyuguhkan sejumlah pertandingan sengit pada rentang Rabu hingga Kamis (17/9/2026) dini hari WIB. Berbagai drama ter...

Rekor Tak Terkalahkan Runtuh! Gol Tunggal Miguel Sierra Bawa...

Sevilla sukses menaklukkan Deportivo La Coruña 1-0 di Stadion Riazor berkat gol tunggal Miguel Sierra. Kekalahan ini memutus rekor tak terkalahkan tuan rumah di LaLiga.

Gilas Osasuna 4-0, Atletico Madrid Pamer Ketajaman Jelang De...

Atletico Madrid bantai Osasuna 4-0 di Metropolitano lewat gol Jonathan David, Kang-in Lee, Le Normand, dan Baena. Modal sempurna jelang Derbi Madrid!

Trending

Jadwal Lengkap Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF ...

Berstatus juara bertahan, skuad Garuda Muda siap memulai kampanye di ajang ASEAN U-19 Boys Championship 2026 di depan publik sendiri.

Peta Kekuatan WSL Berubah Total: Revolusi Finansia...

Kompetisi sepak bola wanita tertinggi di Inggris, Women’s Super League (WSL), resmi menyongsong era baru untuk musim 2026-2027 dengan tensi yang jauh lebih pana...

Adu Mekanik Statistik Messi vs Ronaldo: Siapa GOAT...

Kupas tuntas rivalitas terbesar abad ini. Bandingkan statistik gol, trofi, hingga rekor head-to-head antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Daftar Lengkap Tim yang Lolos ke League Phase Liga...

Daftar lengkap tim yang lolos ke League Phase Liga Champions 2026/27. Mulai dari Real Madrid, Manchester City, hingga kuota tambahan untuk Premier League.