Tiga musim terakhir bagaikan mimpi buruk yang berulang bagi publik Emirates Stadium. Menjadi penonton saat tim rival berpesta di pekan-pekan krusial telah menorehkan trauma yang mendalam. Bahkan, seorang Mikel Arteta pun mengaku sempat dihinggapi ketakutan dan keraguan atas kapasitasnya sendiri.
“Apakah saya cukup baik untuk memimpin tim ini, klub ini, memenangi trofi utama?”
Pertanyaan mematikan itu sempat berkecamuk di kepala sang manajer. Namun, waktu dan ketekunan pada akhirnya memberikan jawaban yang paling melegakan. Setelah 22 tahun tersesat dalam dahaga gelar yang panjang, mahkota juara Liga Inggris sukses direbut kembali oleh Arsenal.
Berbeda dengan musim-musim sebelumnya di mana napas skuad The Gunners selalu habis jelang garis finis, kampanye musim 2025/2026 ini berjalan dengan kedewasaan yang luar biasa. Memimpin klasemen sejak Oktober silam, Meriam London tampil tanpa ampun. Mereka menolak terpeleset, mengunci konsistensi, dan memastikan tidak ada lagi tragedi ‘ditikung’ di penghujung kompetisi.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi bukti kejelian manajemen klub yang menolak panik. Kepercayaan tak terbatas yang terus diberikan kepada juru taktik asal Spanyol itu kini dibayar lunas dengan trofi paling bergengsi di daratan Inggris.
Dalam kemunculan pertamanya di hadapan media usai mengunci status kampiun pada Kamis (21/5/2026), Arteta menumpahkan seluruh beban yang selama ini menghimpit dadanya.

“Ada banyak emosi. Kegembiraan, kebahagiaan, rasa bangga, dan tentu saja, kelegaan,” ungkapnya mengutip laporan ESPN.
Bagi mantan asisten Pep Guardiola tersebut, kejayaan musim ini melampaui urusan teknis di atas lapangan hijau. Ini adalah mahakarya tentang ketahanan psikologis. Ia menceritakan proses panjang membangun mental baja para pemainnya, yang bahkan sampai harus mengundang pembicara dari luar untuk memotivasi ruang ganti.
“Pelajaran terbesarnya adalah tetap rendah hati dan menjaga fokus pada apa yang ingin dicapai. Ketekunan, ketahanan, dan ketenangan di saat semua orang meragukan Anda adalah nilai kehidupan yang paling berharga,” tambahnya dengan mata berbinar.
Pesta liar di London Utara kini telah meledak, tetapi tugas pasukan Arteta ternyata belum sepenuhnya selesai. Ambisi mereka kini langsung terkalibrasi menuju panggung termegah di Benua Biru.
Pada 30 Mei mendatang, Arsenal bersiap menantang raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), pada partai final Liga Champions yang akan dihelat di Budapest, Hungaria. Misi bersejarah untuk mengawinkan gelar domestik dan Eropa kini tinggal berjarak satu pertandingan lagi.
Berapa lama Arsenal tidak menjuarai Liga Inggris?
Arsenal mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama 22 tahun, setelah sebelumnya selalu gagal dan menjadi runner-up dalam tiga musim berturut-turut.
Apa kunci sukses Arsenal musim 2025/2026 menurut Mikel Arteta?
Arteta menyebutkan bahwa ketekunan, ketahanan mental, serta ketenangan saat diragukan menjadi faktor utama keberhasilan timnya menjaga posisi puncak sejak Oktober lalu.
Kapan pertandingan Final Liga Champions Arsenal vs PSG digelar?
Partai puncak Liga Champions antara Arsenal dan Paris Saint-Germain dijadwalkan berlangsung pada tanggal 30 Mei 2026 di Budapest, Hungaria.


